Toraja, Respublica— STKIP Andi Matappa bersama Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja melaksanakan kegiatan PKM Kolaborasi Terpadu pada Rabu, 8 April 2026, bertempat di UKI Toraja.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara UKI Toraja dan STKIP Andi Matappa dalam memperkuat kerja sama akademik, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan inovasi pendidikan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UKI Toraja, Daud Rodi Palimbong, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan kerja sama antarlembaga yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan PKM semata, tetapi juga perlu diperluas ke bidang penelitian dan pengembangan inovasi pendidikan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berlangsung pada kegiatan PKM saja, tetapi juga dapat dilanjutkan dalam bidang penelitian. Kami juga berharap kolaborasi antarlembaga ini semakin kuat dan memberi manfaat nyata bagi pengembangan kualitas akademik kedua institusi,” ujarnya.
PKM kolaborasi terpadu ini menghadirkan sejumlah materi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan, pelestarian budaya lokal, dan penguatan kapasitas akademik mahasiswa. Salah satu materi yang disampaikan ialah “Sparkol VideoScribe sebagai Media Pembelajaran dalam Upaya Pelestarian Budaya Toraja di STKIP Andi Matappa.”
Materi ini menekankan bahwa Sparkol VideoScribe dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran digital yang efektif, menarik, dan mudah digunakan dalam mengemas konten budaya lokal secara kreatif, visual, dan interaktif. Melalui media ini, nilai-nilai budaya Toraja dapat diperkenalkan kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi pembelajaran.

Selain itu, tim PKM juga menghadirkan Workshop Strategi Penulisan Skripsi yang Efektif dan Sistematis bagi mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan akademik mahasiswa dalam menyusun skripsi secara terarah, sistematis, dan sesuai kaidah ilmiah.
Dalam workshop tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman tentang metodologi penelitian, perbedaan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, teknik penyusunan rumusan masalah, hingga penggunaan kecerdasan buatan seperti ChatGPT secara kritis, mandiri, dan etis sebagai alat bantu pembelajaran.
Materi lainnya mengangkat tema pendampingan pengenalan bahan ajar Matematika SD berbasis kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya mengembangkan bahan ajar matematika yang kontekstual dengan kehidupan siswa dan budaya setempat.
Pendekatan ethnomathematics dinilai mampu menjadikan pembelajaran matematika lebih bermakna, menyenangkan, dan sekaligus menanamkan apresiasi terhadap identitas budaya lokal sejak dini.
Tidak hanya itu, kegiatan PKM ini juga memperkenalkan materi “Tongkonan sebagai Pusat Literasi Masyarakat: Pengenalan Makna Ukiran bagi Mahasiswa PGSD Matappa.” Dalam materi ini dijelaskan bahwa Tongkonan bukan sekadar rumah adat, tetapi juga pusat pewarisan pengetahuan, simbol, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Toraja.
Beragam ukiran seperti Pa’ Barre Allo, Pa’ Tedong, dan Pa’ Manuk Londong dipaparkan sebagai bentuk literasi visual dan budaya yang sarat makna filosofis. Dengan demikian, Tongkonan dapat dipahami sebagai media pembelajaran budaya yang kaya makna dan relevan untuk menanamkan nilai karakter, memperkuat identitas lokal, serta menjaga warisan budaya Toraja agar tetap hidup dan dipahami oleh generasi muda.
Pemahaman ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam merancang pembelajaran berbasis budaya lokal yang kontekstual dan bernilai karakter.
Pelaksanaan PKM kolaborasi terpadu ini menunjukkan komitmen kedua institusi dalam membangun sinergi yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada penguatan budaya akademik, pelestarian budaya lokal, dan inovasi pembelajaran berbasis kebutuhan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, STKIP Andi Matappa dan UKI Toraja juga merencanakan agenda lanjutan berupa penyusunan proposal Program Bantuan Inovasi Pembelajaran Digital (IPD) Tahun 2026 antara Program Studi PGSD STKIP Andi Matappa dan Program Studi PGSD UKI Toraja.
Rencana ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan inovasi pembelajaran digital yang relevan, kolaboratif, dan berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan.
Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berkembang dalam bentuk program-program konkret lainnya, baik di bidang pengabdian, penelitian, maupun pengembangan pembelajaran.
Dengan demikian, kerja sama antara UKI Toraja dan STKIP Andi Matappa diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Comment