Tinjau Krisis Air di Kerung-Kerung, Perumda Air Minum Makassar Optimalkan Injeksi Jaringan dan Distribusi Tangki Air

Makassar, Respublica — Jajaran pejabat struktural Perumda Air Minum Kota Makassar turun langsung meninjau lokasi krisis air bersih di Jalan Kerung-Kerung, Senin (25/05/2026), menyusul keluhan warga yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Dari hasil peninjauan tersebut, PDAM akan melakukan langkah antisipasi melalui injeksi air ke jaringan distribusi, pengiriman mobil tangki, hingga pembenahan sistem suplai untuk mengatasi gangguan pasokan yang berdampak pada sekitar 100 hingga 200 kepala keluarga (KK).

ads

Kepala Wilayah (Kawil) 4 Perumda Air Minum Kota Makassar, H. Fitria Gasim, SE, AK, MM, mengatakan kondisi tersebut dipicu menurunnya debit air baku yang masuk ke wilayah pelayanan dalam kota. Saat ini, debit air yang diterima hanya berkisar 200 liter per detik, jauh di bawah kebutuhan normal yang idealnya mencapai 400 hingga 550 liter per detik.

“Kalau suplai air yang masuk bisa mencapai 400 sampai 550 liter per detik, maka masyarakat bisa menikmati air bersih secara maksimal. Namun karena debitnya tidak stabil, maka wilayah seperti Kerung-Kerung ikut terdampak,” ujarnya.

Menurut Fifi, sapaan akrab Fitria Gasim, selama ini air masih mengalir pada waktu-waktu tertentu, khususnya malam hari. Namun distribusinya tidak stabil sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga secara merata.

Ia menjelaskan, Perumda Air Minum Kota Makassar saat ini terus melakukan langkah percepatan sambil menyiapkan solusi jangka panjang. Salah satu upaya yang dilakukan yakni injeksi air ke jaringan distribusi di sejumlah titik serta pengiriman dua hingga tiga unit mobil tangki setiap hari.

“Khusus di Lorong 47B dan 47C, mobil tangki kami turunkan langsung ke titik bawah lorong agar warga lebih mudah mendapatkan suplai air sambil menunggu penanganan permanen selesai,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemetaan jaringan distribusi bersama tim teknik guna mencari alternatif suplai baru yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air eksisting.

Hj Fifi mengungkapkan, Perumda Air Minum Kota Makassar juga tengah menyiapkan dua solusi utama untuk memperkuat distribusi air ke wilayah utara dan kawasan terdampak lainnya. Pertama, perbaikan intake dan pompa pada sistem pengelolaan pipa yang dikelola pihak ketiga, PT Teraya, yang ditargetkan rampung pada Juni mendatang.

“Kami sudah mendapat komitmen dari pihak pengelola bahwa perbaikan intake dan pompa ditargetkan selesai pada akhir Juni. Mudah-mudahan setelah itu debit air bertambah dan distribusi ke wilayah utara maupun Kerung-Kerung bisa lebih maksimal,” katanya.

Selain itu, Perumda Air Minum juga mulai melakukan penyambungan pipa baru dari jalur CPJ dan Somba Opu menuju wilayah utara sebagai alternatif distribusi tambahan.

“Kami berharap proses pengerjaan bisa segera selesai agar masyarakat dapat kembali menikmati suplai air yang lebih stabil,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air Perumda Air Minum Kota Makassar, Wahidin, menegaskan pihaknya tetap siaga merespons setiap laporan masyarakat selama 24 jam.

Ia meminta warga menyampaikan laporan secara detail agar tim teknis dapat bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.

“Kalau melapor, tolong alamatnya jelas, lorongnya jelas, lengkap dengan nomor telepon. Karena wilayah seperti Kerung-Kerung sangat luas. Kalau informasinya tepat, tim kami bisa langsung turun dan menyelesaikan masalah lebih cepat,” ujarnya.

Wahidin mencontohkan, sejumlah gangguan distribusi sebelumnya dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu kali 24 jam setelah tim menerima laporan yang lengkap dan akurat dari warga.

Menurutnya, kendala di lapangan sering terjadi karena informasi lokasi yang disampaikan tidak detail sehingga menyulitkan petugas saat melakukan pengecekan.

“Kadang warga hanya menyebut Kerung-Kerung tanpa titik yang jelas. Setelah tim turun ternyata lokasinya berbeda lagi. Karena itu kami berharap masyarakat membantu dengan memberikan informasi yang lengkap supaya penanganannya lebih cepat,” katanya.

Ia menegaskan, seluruh tim distribusi tetap bekerja maksimal meski harus turun hingga larut malam untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.

Selain injeksi jaringan dan distribusi mobil tangki, Perumda Air Minum Kota Makassar juga dijadwalkan melakukan pembersihan Valve distribusi utama di kawasan terdampak sebagai bagian dari upaya optimalisasi tekanan air di jaringan distribusi.

Comment