Tren Positif! Jumlah Pekerja Naik, Pengangguran di Lutim Justru Turun Menurut Laporan BPS

Luwu Timur, Respublica— Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) yang dirilis pada 6 April 2026 menunjukkan dinamika ketenagakerjaan yang cukup positif.

Data kondisi Agustus 2025 mencatat peningkatan jumlah penduduk usia kerja sekaligus perbaikan pada indikator partisipasi dan penurunan pengangguran.

ads

Penduduk usia kerja, yakni mereka yang berumur 15 tahun ke atas, terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk di Luwu Timur. Pada Agustus 2025, jumlahnya mencapai 235.519 orang. Angka ini meningkat 4.076 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, mayoritas masuk dalam kategori angkatan kerja. Tercatat sebanyak 165.413 orang tergolong aktif secara ekonomi, sementara 70.106 lainnya masuk kelompok bukan angkatan kerja.

Komposisi ini memperlihatkan bahwa sebagian besar penduduk usia produktif di Luwu Timur terlibat dalam aktivitas ekonomi, baik bekerja maupun mencari pekerjaan.

Secara lebih rinci, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 159.285 orang, sedangkan pengangguran tercatat sebanyak 6.128 orang. Dibandingkan Agustus 2024, terdapat peningkatan jumlah pekerja sebesar 4.297 orang.

Pada saat yang sama, angka pengangguran justru mengalami penurunan sebanyak 1.315 orang. Kondisi ini mengindikasikan adanya perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut.

Peningkatan juga terlihat pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), yang menjadi indikator penting dalam mengukur keterlibatan penduduk usia kerja dalam kegiatan ekonomi.

Pada Agustus 2025, TPAK tercatat sebesar 70,23 persen. Angka ini naik tipis 0,05 persen poin dibandingkan Agustus 2024, dan secara kumulatif meningkat 0,98 persen poin sejak Agustus 2023.

Meski kenaikannya relatif kecil dalam setahun terakhir, tren jangka menengah menunjukkan arah yang positif. TPAK mencerminkan seberapa besar proporsi penduduk usia kerja yang aktif bekerja atau mencari pekerjaan, sehingga peningkatan ini menandakan bertambahnya keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi.

Namun demikian, terdapat perbedaan mencolok berdasarkan jenis kelamin. TPAK laki-laki pada Agustus 2025 tercatat sebesar 84,76 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 55,05 persen.

Menariknya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, TPAK laki-laki justru mengalami penurunan sebesar 1,30 persen poin. Sebaliknya, TPAK perempuan mengalami peningkatan sebesar 1,50 persen poin.

Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran partisipasi ekonomi, di mana keterlibatan perempuan dalam dunia kerja mulai meningkat. Meski kesenjangan masih cukup lebar, tren tersebut dapat menjadi sinyal positif bagi upaya mendorong kesetaraan akses terhadap lapangan pekerjaan.

Secara keseluruhan, data ketenagakerjaan Luwu Timur pada Agustus 2025 memperlihatkan kombinasi antara pertumbuhan jumlah tenaga kerja, peningkatan partisipasi, serta penurunan pengangguran.

Tantangan berikutnya terletak pada menjaga tren ini tetap berlanjut, sekaligus mempersempit kesenjangan partisipasi antara laki-laki dan perempuan dalam aktivitas ekonomi.

Comment