Luwu Timur, Respublica— Upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dalam mengangkat nilai jual pangan lokal mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Salah satu produk unggulan yang kini mendapat perhatian masyarakat adalah Dange Juara, olahan berbahan dasar sagu yang baru diperkenalkan secara resmi beberapa waktu lalu.

Sejak diperkenalkan pada rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur, minat masyarakat terhadap produk tersebut terus mengalami peningkatan.
Permintaan yang datang tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga dari berbagai kalangan yang tertarik mencoba makanan tradisional khas daerah yang dikemas lebih modern.
Kepala Bidang Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Luwu Timur, Nirmala Sari, mengatakan tren permintaan terhadap Dange Juara terus bergerak positif setelah peluncurannya.
”Produk ini mulai dicari dan diminati masyarakat. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kuliner tradisional kita punya potensi pasar yang sangat besar jika dikelola dan dipromosikan secara tepat,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, keberhasilan awal tersebut menjadi bukti bahwa produk berbasis potensi lokal masih memiliki daya tarik kuat di tengah maraknya makanan modern. Terlebih, Dange Juara hadir dengan tampilan yang lebih menarik tanpa meninggalkan cita rasa khas yang selama ini dikenal masyarakat.
Melalui program pembinaan yang dilakukan Dekranasda, produk dange yang sebelumnya hanya dikenal sebagai makanan tradisional rumahan kini tampil lebih berkualitas.
Proses produksi diperhatikan secara lebih baik, mulai dari kebersihan, pengemasan, hingga pengembangan varian rasa yang sesuai dengan selera konsumen saat ini.
Nirmala menegaskan, meningkatnya minat pasar harus diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha dalam menjaga kualitas produk. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendampingi para pelaku industri kecil agar mampu mempertahankan standar produksi sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku.
Lebih jauh, ia berharap keberhasilan Dange Juara dapat menjadi pemicu bagi pelaku usaha kuliner lainnya untuk lebih kreatif memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah di Luwu Timur. Sagu, yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah, dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar agar Dange Juara dapat berkembang menjadi identitas kuliner khas Luwu Timur. Tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, produk tersebut diharapkan mampu menembus jaringan pemasaran yang lebih luas, termasuk ritel modern dan pusat oleh-oleh.
Dengan dukungan promosi yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas produk, Dange Juara berpeluang menjadi salah satu ikon kuliner daerah yang mampu memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan pangan lokal Luwu Timur kepada masyarakat yang lebih luas.
Comment