UNM Wisuda 1.081 Lulusan, 74 Prodi Kini Berstatus Unggul

Makassar, Respublica— Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengukuhkan ribuan lulusan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 1.081 wisudawan dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan resmi mengikuti prosesi wisuda di Pelataran Gedung Phinisi UNM, Kamis (20/8/2026).

ads

Wisuda tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang menyampaikan orasi ilmiah. Hadir pula Ketua Umum DPP IKA UNM AM Nurdin Halid.

Dari 1.081 wisudawan, sebanyak 814 orang atau 75,30 persen berhasil meraih predikat cumlaude. Capaian tersebut menunjukkan tingginya prestasi akademik lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan di UNM.

Dalam kesempatan itu, Plt Rektor UNM Prof. Dr. Farida Patittingi menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi bagian dari perjalanan UNM dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Ia menyebut, hingga pelaksanaan wisuda kali ini, jumlah lulusan UNM secara keseluruhan telah mencapai 180.325 orang.

“Momentum wisuda bukan hanya momentum akademik tetapi juga ruang pertanggungjawaban moral pimpinan universitas kepada sivitas akademika, orang tua, mitra, masyarakat dan pemerintah,” ujar Prof. Farida dalam sambutannya.

Menurutnya, UNM terus menjaga komitmen untuk memastikan kampus tetap menjadi institusi pendidikan tinggi yang aman, kredibel, berprestasi, dan bermartabat.

Di tengah pelepasan ribuan lulusan, UNM juga tengah menyambut gelombang mahasiswa baru. Prof. Farida menyebut, sepanjang Agustus 2026, UNM telah menerima 11.034 mahasiswa baru.

Pada bulan yang sama, UNM juga melepas 1.081 lulusan melalui prosesi wisuda.

Menurutnya, kondisi tersebut menggambarkan keberlanjutan proses pendidikan di UNM, mulai dari penerimaan mahasiswa baru hingga menghasilkan lulusan yang siap melanjutkan kiprah di tengah masyarakat.

UNM juga memberikan apresiasi kepada para wisudawan terbaik. Bentuk penghargaan tersebut berupa Taplus BNI senilai Rp2 juta untuk masing-masing wisudawan.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian akademik sekaligus untuk mendorong para lulusan agar terus mengembangkan potensi setelah menyelesaikan pendidikan di UNM.

Pada bidang akademik, UNM juga mencatatkan capaian melalui peningkatan status akreditasi sejumlah program studi.

Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan serta Program Studi Teknik Komputer berhasil meraih akreditasi unggul.

Penambahan tersebut memperkuat barisan program studi UNM yang telah memperoleh predikat unggul.

Prof. Farida menyebut, dari 185 program studi yang dimiliki UNM, sebanyak 74 prodi atau 51,03 persen telah mengantongi akreditasi unggul.

“Penambahan program studi akreditasi unggul 185 prodi 74 prodi akreditasi unggul 51,03 persen ini luar biasa karena sudah lebih 50 persen ini artinya mutu kita jamin,” ungkapnya.

Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu indikator keseriusan UNM dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan kampus.

Selain peningkatan akreditasi, UNM juga resmi menambah program studi jenjang profesi, yakni Program Studi Profesi Psikolog pada Fakultas Psikologi.

Program tersebut menjadi program studi profesi psikolog pertama yang dibuka UNM sekaligus salah satu yang hadir di luar Pulau Jawa.

Kehadiran Program Studi Profesi Psikolog melengkapi jalur pendidikan psikologi di UNM, mulai dari jenjang sarjana hingga profesi.

Program tersebut sekaligus diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga psikolog profesional, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Comment