Makassar, Respublica— Pemilik dan pengelola Padel Kost, Rezha, menyambut positif hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi A DPRD Kota Makassar dan sejumlah mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang membahas persoalan perizinan lapangan padel.
Rezha mengatakan, pertemuan tersebut memberikan banyak poin positif, terutama terkait kejelasan perizinan yang selama ini dinilai masih multitafsir di kalangan pengusaha padel.

“Iya, yang pertemuan rapat dengar pendapat sama anggota DPRD Komisi A ya, bersama mitra OPD hari ini. Alhamdulillah kita banyak menemukan poin-poin positif,” ujarnya saat ditemui usai RDP, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, setelah mitra OPD memaparkan sejumlah item dalam RDP, menjadi lebih jelas bahwa masih ada banyak hal administratif yang perlu dipahami dan dikomunikasikan lebih lanjut kepada para pelaku usaha.
“Salah satunya itu kejelasan perizinan yang selama ini tentunya mungkin banyak teman-teman pengusaha padel ataupun pengusaha lapangan itu masih multitafsir. Iya, mereka masih multitafsir dalam hal perizinan,” jelasnya.
Ia juga menilai pengawasan terhadap operasional usaha perlu diperketat agar tidak terjadi perbedaan antara kondisi di lapangan dan dokumen administrasi.
“Nah, ini jadi teguran keras juga bagi teman-teman di legislatif, ya kalau bisa memang tugas pengawasannya diperketat lagi,” katanya.
Izin masih berproses
Terkait perizinan usahanya, Rezha menegaskan Padel Kost bukan tidak mengurus izin. Ia menyebut proses perizinan masih berjalan, namun sempat terkendala perubahan struktural di internal instansi terkait yang berdampak pada sistem administrasi.
“Hal itu bisa bisa dibuktikan ada juga apa namanya tim admin kami yang selalu intens koordinasi sama apa yang menangani pajak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara lisan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi pajak dan diperbolehkan melakukan soft opening sambil menunggu proses administrasi rampung, mengingat usaha tersebut telah merekrut karyawan dan harus tetap beroperasi.
“Izin kami bisa berjalan dulu karena mengingat kalau menunggu itu dan waktunya belum bisa dipastikan ya ini kan nah sementara kami sudah merekrut karyawan, dan ini harus operasional ini ini lapangan,” ujarnya.
Menurut Rezha, kondisi serupa juga dialami beberapa pengusaha padel lain. Ia menilai pentingnya pemahaman detail izin, terutama bagi lapangan yang memiliki fasilitas tambahan seperti kafe yang telah memenuhi kualifikasi tertentu dan wajib mengurus izin serta pajak tersendiri.
“Jadi bukan tidak mengurus, tapi memang ada beberapa teman padel m seperti itu. Dia punya kafe tapi tidak memasukkan. Ternyata memang di dalam unit padel-nya itu memang sudah kualifikasi kafe. Harusnya dia bikin pajak kafe,” ujarnya.
Tidak masuk kualifikasi kafe
Rezha menegaskan bahwa di lokasi Padel Kost tidak terdapat kafe. Fasilitas yang tersedia hanya berupa kulkas atau showcase untuk penyimpanan minuman.
Ia mengaku telah mendapat penjelasan dari PTSP bahwa usahanya tidak masuk dalam kualifikasi kafe yang dikenakan pajak tersendiri.
“Alhamdulillah hari ini kami mendapat kejelasan bahwa barometer atau indikator sebagai kualifikasi kafe itu ada dan kami pun tidak masuk sampai kualifikasi kafe karena kan dia kalau hanya showcase atau kulkas,” jelasnya.
Meski begitu, ia mendorong para pengusaha padel di Makassar untuk segera membentuk asosiasi agar dapat berkoordinasi dan saling menguatkan dalam menghadapi persoalan regulasi.
“Sore ini sudah menyarankan kepada para rekanan pengusaha padel untuk sesegera mungkin membuat asosiasi,” ujarnya.
Berlokasi di luar area permukiman
Rezha juga menjelaskan bahwa Padel Kost berlokasi di Jl. Mallombassang No.18 dekat Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Ia menekankan bahwa lapangannya tidak berada di area permukiman sehingga tidak mengganggu warga sekitar.
“Unggulan lapangan padel kami itu yang pertama bukan area pemukiman. Jadi tidak mengganggu, posisinya yang menjorok masuk ke dalam. Jadi hidden gem,” tuturnya.
Padel Kost sendiri baru beroperasi sekitar empat bulan dan hingga kini masih berstatus soft opening. Ia menyebut konsep tersebut membuat Padel Kos diminati pelanggan yang ingin suasana lebih privat dan nyaman.
Berbeda dengan beberapa kompetitor yang memiliki banyak lapangan, Padel Kos hanya memiliki satu lapangan dengan konsep yang lebih eksklusif.
Comment