Parah! Email Dosen dan Pegawai ASN UNM Tertukar Saat Pembukaan Rekening Gaji BTN

Makassar, Respublica— Sejumlah dosen dan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengeluhkan dugaan tertukarnya alamat email saat proses pembukaan rekening gaji yang dikelola oleh Bank BTN. Insiden tersebut memicu kekhawatiran karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kerahasiaan data pribadi pegawai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Respublica, beberapa pegawai mendapati alamat email yang terdaftar pada rekening bukan milik mereka, melainkan milik pegawai lain.

ads

Para pegawai resah karena  kondisi itu berpotensi menyebabkan informasi perbankan maupun pemberitahuan transaksi terkirim kepada pihak yang tidak semestinya.

Sejumlah pegawai menilai peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya ketelitian dalam proses verifikasi data nasabah, terlebih rekening tersebut digunakan untuk penyaluran gaji ASN yang seharusnya dikelola dengan standar keamanan yang tinggi.

Salah seorang dosen UNM yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut ketika mengetahui Email yang masuk pada hari Selasa (28/7/2026) yang tercantum pada data rekening bukan miliknya.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Email merupakan bagian dari data pribadi yang seharusnya diverifikasi secara teliti. Kalau sampai tertukar dengan pegawai lain, tentu ini menimbulkan kekhawatiran karena informasi perbankan bisa saja diterima oleh orang yang tidak berhak,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang tenaga kependidikan (tendik) ASN UNM. Menurutnya, kesalahan tersebut mencerminkan kurang profesionalnya pengelolaan data nasabah dari pihak Bank BTN.

“Kami mempercayakan data pribadi kepada bank karena ada jaminan keamanan. Namun ketika email bisa tertukar antarpegawai, kepercayaan itu menjadi berkurang. BTN harus bertanggung jawab menjelaskan penyebabnya sekaligus memastikan tidak ada data lain yang ikut terdampak,” katanya.

Pegawai lainnya berharap pihak bank segera melakukan audit terhadap proses input data serta memperbaiki seluruh informasi nasabah yang terdampak.

“Ini bukan sekadar salah ketik. Data pribadi adalah hak setiap nasabah yang wajib dilindungi. Kami berharap BTN mengevaluasi prosedurnya agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tuturnya.

Comment