Pemkab Luwu Timur Tegaskan Investasi PT IHIP untuk Kepentingan Masyarakat

Makassar, Respublica— Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menegaskan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri PT Indonesia Huali Industry Park (IHIP) diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Irwan, pemerintah berada pada posisi yang tidak mudah dalam proses pembangunan kawasan industri tersebut. Di satu sisi, masih terdapat setidaknya 30 orang masyarakat yang mempermasalahkan nilai santunan.

ads

Di sisi lain, pemerintah melihat investasi IHIP sebagai peluang ekonomi yang lebih luas, terutama dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Luwu Timur.

“Bukan kami mengabaikan yang 30 orang ini, tidak. Andaikan apa yang menjadi hak dari 30 orang kami abaikan barangkali iya. Silakan caci maki saya dan sebagainya, walaupun ada framing kejam sekali Bupati Luwu Timur. Tapi saya terima semua itu tidak ada masalah. Tapi yang harus diingat bahwa rakyat saya juga butuh investasi ini,” ujarnya, dalam jumpa pers di Makassar, Jumat (7/8/2026).

Irwan mengatakan kehadiran IHIP tidak semata-mata dipandang sebagai pembangunan kawasan industri, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemerintah membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia menyebut kebutuhan tenaga kerja di kawasan IHIP diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu orang hingga kawasan tersebut memasuki tahap produksi pada 2028.

“Dan jauh lebih besar kalau bicara estimasi kebutuhan tenaga kerja yang akan dibutuhkan di kawasan IHIP nanti mencapai kurang lebih 50 ribu orang sampai dia produksi di tahun 2028 Ini yang harus kami pikirkan,” jelasnya.

Menurutnya, potensi penyerapan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah berupaya memastikan investasi berjalan. Namun, di saat yang sama, pemerintah juga memastikan masyarakat yang terdampak pembangunan tetap memperoleh manfaat dari kehadiran kawasan industri tersebut.

116 Pengelola Lahan Dijanjikan Kesempatan Kerja

Komitmen pemerintah terhadap masyarakat terdampak, kata Irwan, tidak berhenti pada pembayaran santunan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama PT IHIP disebut telah menyepakati langkah keberlanjutan bagi masyarakat yang terdampak pembangunan kawasan industri.

Kesepakatan tersebut secara khusus mencakup 116 orang yang masuk dalam pendataan pengelola lahan. Menurut Irwan, kesepakatan itu telah dibuat sekitar satu bulan sebelum proses penertiban dilakukan.

Dalam kesepakatan tersebut, PT IHIP berkomitmen memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat terdampak. Irwan bahkan menyatakan dirinya ikut memberikan jaminan atas komitmen tersebut.

“Komitmen kami bersama-sama di situ poinnya jelas bahwa yang terhadap 116 orang ini wajib dipekerjakan. Saya yang garansi Pak. Maka saya bilang sama yang terdampak di sana andai kan saya tidak mau urusi itu cukup Sekda yang tandatangani. Sebagai bentuk garansi saya kepada 116 orang ini saya yang tanda tangan,” tegasnya.

Kesempatan yang diberikan kepada masyarakat, lanjut Irwan, tidak hanya dalam bentuk pekerjaan. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha setelah menerima santunan.

Dengan demikian, masyarakat terdampak diharapkan tidak hanya menerima kompensasi atas dampak pembangunan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memperoleh sumber penghasilan baru dari aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring kehadiran kawasan industri.

Investasi dan Masa Depan Masyarakat

Irwan juga mengaitkan pembangunan IHIP dengan upaya pemerintah memperbesar manfaat ekonomi dari potensi sumber daya alam yang dimiliki Luwu Timur.

Menurutnya, selama ini masyarakat melihat potensi sumber daya alam di daerah belum sepenuhnya memberikan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian lokal. Karena itu, kehadiran investasi dinilai dapat menjadi momentum untuk mengubah potensi tersebut menjadi aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

“Kalau kami punya potensi Sumber daya alam kita akan termanfaatkan dengan bagus. Capek kami Pak. Kami punya tanah di bawah keluar Luwu Timur digarap di sana. Kami cuma tinggal kubangan di sana itu,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah, kata Irwan, memilih menyambut investasi tersebut sekaligus memastikan prosesnya tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Makanya dengan hadirnya investasi Inilah, kami sambut baik Ya, kami bagaimana supaya memfasilitasi dan sebagainya memudahkan itu, bagaimana supaya investasi Bisa cepat ada. Dan satu yang pasti untuk masyarakat kami di sana, kami fasilitasi betul,” tegasnya.

Bagi pemerintah, pembangunan kawasan industri tersebut menjadi bagian dari agenda ekonomi yang lebih besar. Kehadiran IHIP diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik kawasan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha, dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.

Comment