Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar Azwar Rasmin mendorong pemerintah kota memperluas dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan pembangunan sarana olahraga di tingkat lingkungan.
Dorongan tersebut disampaikan Azwar saat menggelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan VIII bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar di Hotel Max One, Jumat (7/8/2026).

Hadir sebagai pembicara Kasubag Perencanaan Dispora Makassar Muskarnain Yunus dan H. Muhammad Ikhwan Jalil selaku dosen STIBA sekaligus pembina Pordasi Kota Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, Azwar menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memfasilitasi aktivitas pemuda, termasuk menyediakan ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berkegiatan secara positif.
“Ada usulan pemberdayaan pemuda, kegiatan pemuda di lingkungan bapak, wilayah di lokasi mungkin jadi sarana olahraga yang difasilitasi Pemkot Makassar untuk di daerah bapak ibu. Ini sesuatu yang bermanfaat,” kata Azwar.
Menurutnya, keberadaan sarana olahraga di lingkungan masyarakat dapat menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pemberdayaan pemuda. Fasilitas tersebut juga dapat menjadi ruang berkegiatan yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, menjalani aktivitas yang produktif.

Sementara itu, Muskarnain Yunus menjelaskan sejumlah program pemerintah daerah dalam mendukung organisasi kepemudaan dan olahraga melalui mekanisme hibah.
Ia mengatakan, pemberian hibah daerah kepada organisasi seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), organisasi kepemudaan, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pramuka, serta sejumlah organisasi lainnya merupakan bagian dari pelaksanaan amanat regulasi.
“Dispora memastikan hibah daerah di Kota Makassar, utamanya di KONI dan kepemudaan, juga KNPI, ada Pramuka dan ada beberapa organisasi. Menjadi amanah undang-undang harus diberikan dana hibah ini, pasti berjalan,” ujar Muskar.
Khusus untuk organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Pramuka, Muskar mengatakan pemberian hibah tetap mengikuti ketentuan dan proposal yang diajukan masing-masing organisasi.
“Terkait kepemudaan, KNPI dan Pramuka, di Pramuka dipastikan aturan mainnya diberikan tiap tahun sesuai proposal yang ada. Kalau KNPI, selang-seling satu tahun diberikan, tahun berikutnya tidak diberikan,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Muskar juga menyampaikan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Kota Makassar dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut pembangunan fasilitas olahraga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023, tercatat terdapat sekitar 33 sarana dan prasarana yang dibangun. Sementara pada 2026, jumlah pembangunan tersebut disebut telah mendekati 100 fasilitas.
Muskar mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas olahraga juga dipengaruhi berkembangnya sejumlah aktivitas olahraga yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satunya adalah olahraga lari yang tidak hanya berkembang di Kota Makassar, tetapi juga menjadi tren di berbagai daerah.
“Tiga tahun terakhir kegiatan lari bukan cuma di Makassar, di luar Makassar juga. Jadi tuntutan yang digemari, sehingga baru-baru ini anggaran cukup besar kita di Dispora dituntut pelayanan seperti ini berjalan baik,” katanya.
Di sisi lain, Dispora Makassar mengingatkan bahwa pembangunan sarana olahraga harus didukung status lahan yang jelas. Salah satu persyaratan penting yang menjadi perhatian pemerintah adalah kepemilikan lahan yang telah bersertifikat dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Makassar.
Muskar menjelaskan, status lahan menjadi aspek penting untuk memastikan pembangunan fasilitas pemerintah memiliki dasar hukum yang jelas dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Bangun sarana prasarana di Makassar gampang. Tanah bersertifikat dan telah diberikan pada Pemerintah Kota Makassar. Kalau belum bersertifikat sangat rawan kita berikan sarana,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat yang memiliki lahan di sekitar permukiman, pesantren, maupun wilayah lainnya dan telah menyerahkannya kepada Pemkot Makassar dapat mengusulkan pembangunan fasilitas olahraga.
“Kalau ada di wilayah ta di sekitar rumah, di pesantren juga ada, sebagian sudah diserahkan ke Pemkot, akan dibiayai dan dibantu buatkan sarana prasarana,” pungkasnya.
Comment