UNM Cari Rektor Baru, Integritas dan Kejujuran Jadi Pertimbangan

Makassar, Respublica—  Integritas bakal menjadi salah satu pertimbangan utama Senat Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam menentukan rektor periode 2027–2031.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Idkhan, S.T., M.T., IPM, mengatakan proses pemilihan tidak hanya melihat kemampuan calon, tetapi juga mempertimbangkan karakter dan rekam jejak masing-masing kandidat.

ads

Menurut Idkhan, kejujuran, integritas, serta komitmen menjadi sejumlah aspek yang akan diperhatikan oleh anggota Senat sebelum menentukan pilihan.

“Jadi kami akan memilih tentunya calon rektor yang betul-betul memiliki kriteria-kriteria seperti ini,” ujarnya dalam jumpa pers sosialisasi pemilihan Rektor UNM  untuk masa jabatan 2027–2031, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, proses untuk menilai kapasitas para calon akan dilakukan secara bertahap. Salah satu momen penting dalam proses tersebut adalah penyampaian visi, misi, dan program kerja kandidat di hadapan Senat UNM.

Menurutnya, pemaparan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat gagasan dan arah kepemimpinan yang ditawarkan masing-masing calon.

“Dan tentunya nanti akan didukung dengan pada saat dia akan memaparkan visi-misi, itu. Penilaian kami lakukan penting, karena wujud dari satu suara yang kami miliki itu akan menentukan masa depan Universitas Negeri Makassar,” katanya.

Idkhan menambahkan, proses penilaian terhadap kandidat pada dasarnya telah berjalan sejak tahapan pendaftaran. Setelah bakal calon dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, anggota Senat akan mulai melihat rekam jejak serta berbagai aspek lain yang dinilai relevan.

Pertimbangan tersebut nantinya menjadi dasar bagi anggota Senat dalam menentukan sosok yang dianggap paling tepat untuk memimpin UNM.

Ia menilai suara Senat memiliki konsekuensi besar terhadap perjalanan universitas. Karena itu, setiap anggota Senat diharapkan menggunakan hak pilihnya dengan mempertimbangkan kepentingan dan masa depan institusi.

Idkhan menegaskan, proses tersebut diarahkan untuk menghasilkan pemimpin yang mampu membawa UNM ke arah yang lebih baik.

“Sudah melakukan penilaian terhadap apa kira-kira yang menjadi pilihan bagi kami, sehingga betul-betul kami mengantar Universitas Negeri Makassar untuk satu pimpinan yang betul-betul bisa memberikan terbaik untuk Universitas Negeri Makassar,” pungkasnya.

Comment