Andi Tenri Uji Idris Tegaskan Komitmen Dukung Pengembangan Bonto Biraeng

Makassar, Respublica—- Anggota DPRD Kota Makassar Andi Tenri Uji Idris menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan IX bersama Kelurahan Bonto Biraeng, Kecamatan Mamajang, di Karebosi Premiere Hotel, Selasa (8/9/2026).

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan itu Lurah Bonto Biraeng Nur Adnan dan Rusli.

ads

Dalam sambutannya, Andi Tenri Uji Idris menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap masyarakat dan berbagai program pembangunan di Kelurahan Bonto Biraeng.

Ia menyebut Bonto Biraeng memiliki kedekatan khusus baginya karena merupakan bagian dari wilayah yang menjadi tanggung jawab dan perhatiannya.

“Bonto Biraeng adalah wargaku yang paling dekat. Saya akan support Bonbir karena ini wilayah saya, rumah saya,” ujar Andi Tenri Uji.

Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk perhatian terhadap persoalan masyarakat, tetapi juga mendorong agar berbagai potensi yang dimiliki Bonto Biraeng dapat dikembangkan secara maksimal.

Sementara itu, Lurah Bonto Biraeng Nur Adnan dalam pemaparannya memaparkan sejumlah arah pengembangan potensi Kelurahan Bonto Biraeng yang dirancang secara bertahap.

Pada fase pertama, pengembangan diarahkan pada penataan lorong wisata baru serta integrasi instalasi hidroponik yang ramah lingkungan.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong pemanfaatan ruang sekaligus menciptakan lingkungan yang produktif dan memiliki nilai ekonomi.

Selanjutnya, pada fase kedua dilakukan pemetaan data Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), disertai pendampingan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku usaha di lorong.

Penguatan UMKM juga diarahkan pada aspek digitalisasi. Pada fase ketiga, program yang direncanakan mencakup digitalisasi transaksi pasar mikro serta pelatihan pemasaran digital bagi kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Adapun fase keempat diarahkan pada pencapaian Bonto Biraeng sebagai kelurahan yang mandiri, kreatif, dan sejahtera.

Selain itu, Rusli menjelaskan mengenai Desil sebagai salah satu basis dalam memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan relatif ke dalam 10 kelompok dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Penentuannya mempertimbangkan berbagai kondisi sosial-ekonomi, seperti kondisi rumah, aset, listrik, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, komposisi keluarga, dan faktor lainnya,” ujarnya.

Pemahaman mengenai data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menentukan sasaran program pemerintah agar intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Comment