Makassar, Respublica — Perumda Air Minum Kota Makassar menyampaikan distribusi air saat ini tengah dalam proses normalisasi pasca perbaikan kebocoran pipa air baku berdiameter 600 mm di Tanggul Patompo, Jalan Malengkeri.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan penyesuaian tekanan debit air ke wilayah terdampak, guna menjaga kestabilan jaringan sekaligus mencegah potensi kebocoran ulang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA), Wahidin, sebagai respons atas keluhan masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami penurunan hingga terhentinya aliran air bersih dalam beberapa hari terakhir.
Wahidin menjelaskan proses normalisasi dilakukan secara bertahap dengan penyesuaian tekanan debit air ke wilayah terdampak.
Langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan jaringan distribusi sekaligus mencegah potensi kebocoran ulang setelah perbaikan pipa utama. Menurutnya, kondisi ini merupakan tahapan teknis yang harus dilalui sebelum distribusi kembali normal sepenuhnya.
“Normalisasi sementara berlangsung dan kami pastikan akan kembali stabil. Tekanan air tidak langsung dinaikkan penuh, tetapi dilakukan secara bertahap agar sistem tetap aman,” ujarnya.
Wahidin menambahkan, jika tekanan air dinaikkan secara tiba-tiba, hal itu justru berisiko menimbulkan kebocoran baru pada jaringan pipa yang baru saja diperbaiki.
“Kami harus memastikan jaringan benar-benar siap. Kalau dipaksakan langsung normal, justru bisa terjadi kebocoran lagi dan itu akan memperpanjang gangguan,” jelasnya.
Proses normalisasi diperkirakan berlangsung selama 3×24 jam hingga distribusi air kembali optimal di seluruh wilayah terdampak. Selama proses normalisasi perumda air minum kota Makassar menyediakan pengantaran mobil tangki untuk warga yang terdampak.
“Kami mohon masyarakat bersabar. Ini bagian dari upaya kami agar setelah normal, distribusi bisa berjalan lebih stabil dan tidak terganggu lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, Perumda Air Minum Kota Makassar telah melakukan pengerjaan perbaikan kebocoran pada pipa air baku di lokasi tersebut dengan estimasi pekerjaan selama 3×24 jam.
Pipa berdiameter besar ini merupakan salah satu jalur utama yang menopang suplai air baku ke sejumlah wilayah di Kota Makassar.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tallo, Biringkanaya, Wajo, Tamalanrea, Bontoala, serta sebagian wilayah Panakkukang, Ujung Tanah, dan Manggala.
Langkah Antisipatif Diperkuat, PDAM Makassar Gandeng Kelurahan Respons Keluhan Warga
Selain faktor kerusakan pipa utama, berkurangnya pasokan air juga dipengaruhi oleh menurunnya ketersediaan air baku akibat mulai dirasakannya fenomena El Nino, khususnya di wilayah utara Kota Makassar.
Untuk itu, Perumda Air Minum Kota Makassar, mengambil langkah antisipatif dalam menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat, khususnya di tengah proses normalisasi distribusi pasca gangguan teknis dampak fenomena El Nino.
Kepala Wilayah Pelayanan I, Rommy Arief Darianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah setempat guna merespons keluhan warga secara langsung.
“Kolaborasi dengan pihak kelurahan terus kami lakukan agar setiap pengaduan warga dapat segera ditindaklanjuti dan distribusi air tetap terpantau,” ujarnya.

Menurut Rommy, komunikasi aktif antara PDAM dan pemerintah wilayah menjadi kunci utama dalam memastikan setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat. Melalui pola koordinasi ini, informasi terkait gangguan distribusi dapat segera diterima dan ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.
Salah satu bentuk konkret dari langkah tersebut adalah koordinasi intensif dengan pihak Kelurahan Buloa, yang secara aktif menyampaikan laporan kondisi distribusi air di wilayahnya. Sinergi ini dinilai mampu mempercepat proses penanganan sekaligus meminimalkan dampak gangguan bagi masyarakat.
Tak hanya Rommy juga terus memantau kondisi distribusi secara menyeluruh, sekaligus membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan secara langsung.
Comment