Makassar, Respublica— Penurunan angka pengangguran di Kota Makassar yang dinilai belum berarti menjadi perhatian serius Komisi C DPRD Kota Makassar. Berdasarkan laporan terbaru, tingkat pengangguran pada 2025 hanya turun 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah baru dari Pemerintah Kota Makassar dalam menekan angka pengangguran.

“Jadi memang yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar terkait dengan mengurangi jumlah pengangguran yang kita rasakan sekarang ini, yang dampaknya hanya sepersekian persen, itu perlu ada yang namanya visi baru, inovasi yang baru,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menyoroti banyaknya program pelatihan yang telah dijalankan oleh berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Koperasi. Namun, menurutnya, program tersebut belum terintegrasi secara maksimal.
“Yang paling simpel adalah, kemudian ini kan banyak sekali program-program dari pemerintah untuk melakukan pelatihan. Pelatihan-pelatihan ini yang dilakukan oleh setiap dinas,” jelasnya.
Ray menekankan pentingnya penyusunan dan perampungan basis data peserta pelatihan dari seluruh dinas. Data tersebut, lanjutnya, perlu diklasifikasikan berdasarkan jenis pelatihan yang diikuti.
“Diklasifikasi itu seperti misalnya, hari ini dilakukan yang namanya pelatihan otomotif, kemudian satu minggu kemudian dilakukan pelatihan manajemen, kemudian beberapa waktu kemudian dilakukan pelatihan apa dan sebagainya,” paparnya.
Menurutnya, klasifikasi ini akan sangat berguna saat pemerintah menggelar kegiatan seperti job fair atau job fit. Dengan data yang terstruktur, peserta yang diundang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut akan membuat program pelatihan pemerintah lebih efektif dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tanpa dampak nyata.
“Tapi orang-orang yang pernah dilakukan latihan ini, yang pernah mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dasar bisa mendapatkan yang namanya pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan hasil kinerjanya masing-masing dan hasil pelatihannya masing-masing,” katanya.
Ray juga menekankan pentingnya penempatan tenaga kerja sesuai dengan kompetensinya, agar tercipta kesesuaian antara kebutuhan industri dan kemampuan pencari kerja.
“Betul! Jadi orang-orang yang sudah misalnya mendapatkan pelatihan manajemen, ketika ada job fair yang menggaet orang-orang yang punya sertifikasi di bidang manajemen, itulah yang didahului untuk diundang. Iya, itu… itulah yang namanya mendudukkan orang pada tempatnya, right man on the right place,” pungkasnya.
Comment