Yulius Patandianan Minta Program Pemuda Makassar Tepat Sasaran

Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar dr. Yulius Patandianan, Sp.B, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan V bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar di Hotel Dalton, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pengembangan Kepemudaan Dispora Makassar, Bryan Ramadhan, dan akademisi Elyaser Palondongan sebagai narasumber.

ads

Dalam sambutannya, Yulius Patandianan menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak hanya berorientasi pada penggunaan anggaran, tetapi juga memastikan setiap program pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, sektor kepemudaan dan olahraga merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia Kota Makassar di masa depan.

“Program kepemudaan dan olahraga harus terus diawasi agar pelaksanaannya tepat sasaran, efektif, dan mampu menjawab kebutuhan anak-anak muda saat ini. Kita tidak boleh hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi bagaimana program tersebut mampu melahirkan pemuda yang produktif, berdaya saing, dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Yulius.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas pemuda harus menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat Makassar sedang memasuki periode bonus demografi yang membutuhkan kesiapan sumber daya manusia berkualitas.

“Kita harus memastikan generasi muda memperoleh ruang untuk berkembang melalui pelatihan, pendidikan, penguatan kepemimpinan, hingga kewirausahaan. Jika bonus demografi tidak dipersiapkan dengan baik, maka justru bisa menjadi tantangan bagi pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kepemudaan Dispora Makassar, Bryan Ramadhan, memaparkan bahwa berdasarkan Piramida Penduduk Kota Makassar Semester II Tahun 2025, kelompok usia produktif 15–64 tahun dan kelompok pemuda berusia 16–30 tahun mendominasi struktur penduduk.

Ia menjelaskan, jumlah laki-laki lebih banyak pada kelompok usia muda, sedangkan perempuan lebih dominan pada kelompok usia lanjut. Kondisi tersebut mencerminkan angka harapan hidup perempuan yang relatif lebih tinggi.

Menurut Bryan, bentuk piramida penduduk tersebut menunjukkan bahwa Makassar tengah menikmati bonus demografi. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan sehingga pemerintah harus memperkuat kapasitas generasi muda agar bonus demografi tidak berubah menjadi bencana demografi di masa mendatang.

“Penduduk pemuda diproyeksikan akan terus meningkat dan menjadi kelompok yang mendominasi dalam 10 tahun ke depan. Karena itu, pembangunan kepemudaan harus menjadi fokus pembangunan daerah yang selaras dengan peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP),” paparnya.

Ia menjelaskan, pembangunan kepemudaan di Kota Makassar dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari penyadaran, pemberdayaan, hingga pengembangan kapasitas pemuda.

Program tersebut mencakup peningkatan literasi, penguatan karakter, wawasan kebangsaan, pembinaan organisasi kepemudaan, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pelatihan vokasi.

Selain itu, Dispora Makassar juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan pemuda, di antaranya Pelatihan Wirausaha Pemuda, Pelatihan Soft Skill Pemuda, Youth Creative Academy, Pelatihan Kepemimpinan Pemuda, Youtive Inspire Educamp, hingga Bimbingan Teknis Pemuda Inklusif sebagai upaya mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di berbagai sektor pembangunan.

 

Comment