Makassar, Respublica — Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, mengajak alumni pesantren untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai media dakwah di tengah masyarakat.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Rumah Aspirasi Anak Rakyat, Jalan AP Pettarani No. 5 C, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa, (17/03/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Menebar Kebaikan Nilai-Nilai Empat Pilar Kebangsaan dari Pesantren untuk Masyarakat” tersebut dihadiri para alumni Pesantren Guppi.
Rudianto, yang juga menjabat Ketua Ikatan Alumni Pesantren Guppi, menegaskan bahwa peran alumni tidak berhenti pada lingkungan internal pesantren, tetapi harus hadir dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Tugas kita bukan hanya tentang pesantren secara internal, tetapi lebih kepada fungsi sosial kemasyarakatan setelah keluar dari pesantren. Oleh karena itu, fungsi dakwah selain kepada sesama umat atau jamaah, juga harus hadir pada ranah kebangsaan,” ujarnya.
Menurut dia, Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk. Ia menilai, dakwah yang mengintegrasikan nilai keislaman dan kebangsaan akan lebih relevan dalam menjawab tantangan sosial saat ini.
RL akronim nama Rudianto Lallo juga menegaskan bahwa komitmen dakwah tersebut ia jalankan melalui peran dan kewenangannya sebagai anggota legislatif. Ia memandang politik sebagai instrumen untuk menghadirkan keadilan sosial dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Apa yang saya lakukan sebagai anggota dewan semata-mata adalah politik yang saya pahami sebagai alat untuk mendistribusi keadilan dan menebar kebaikan sebanyak-banyaknya demi kepentingan masyarakat. Mulai dari membela orang kecil, memperjuangkan hak-hak kaum tertindas, serta kaum mustada’fin yang perlu bantuan,” katanya.
Ia menambahkan, prinsip tersebut sejalan dengan tujuan bernegara yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni mewujudkan keadilan sosial dan memajukan kesejahteraan umum.
Rudi menekankan, apa pun profesi yang dijalani alumni saat ini, identitas sebagai santri tetap melekat dan menjadi landasan dalam bertindak. Karena itu, nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Apapun profesi kita hari ini, sebagai alumni pesantren kita tetaplah seorang santri yang harus mengamalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dengan benar di mana pun kita berada agar terwujud masyarakat baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ujarnya.
Comment