Makassar, Respublica— Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, mengatakan pembangunan gedung baru DPRD Makassar kini memasuki tahap perencanaan.
Saat ini, konsultan perencana telah memaparkan rancangan awal bangunan kepada pimpinan dan anggota dewan untuk memperoleh berbagai masukan sebelum desain difinalisasi.

Hal tersebut disampaikan Andi Pahlevi usai rapat pembahasan perencanaan gedung baru DPRD di ruang Badan Anggaran (Banggar) kantor sementara DPRD Makassar, Senin (13/7/2026).
Rapat tersebut membahas perkembangan desain gedung, pembagian ruangan, hingga penyempurnaan konsep bangunan berdasarkan usulan anggota DPRD.
“Perencanaan kantor DPRD Kota Makassar ini sudah masuk dalam tahap perencanaan. Tadi konsultan perencana sudah menyampaikan kepada kami beberapa hal termasuk dengan bagian-bagian ruangan yang akan direncanakan nanti,” katanya.
Ia mengatakan, seluruh anggota DPRD diberi kesempatan menyampaikan masukan agar gedung yang akan dibangun benar-benar mampu memenuhi kebutuhan kerja legislatif.
“Itu sudah menjadi masukan kami juga dari teman-teman anggota sudah memberikan masukan kepada konsultan terkait dengan kantor kami itu seperti apa dan rencananya seperti apa dan lain-lain,” ujarnya.
Dalam rancangan awal, gedung DPRD Makassar akan dibangun setinggi delapan lantai. Bangunan tersebut juga akan dilengkapi area parkir yang mampu menampung sekitar 200 hingga 300 kendaraan roda empat.
“Jadi pembangunannya itu 8 lantai, dengan parkiran yang kira-kira sampai 200-300 unit mobil karena kendala yang kami biasa kalau melakukan paripurna istimewa itu sering terkendala di parkiran yang belum sampai ke jalan raya,” jelasnya.
Pahlevi mengungkapkan, pembangunan gedung baru tersebut akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia menjelaskan, keputusan membangun gedung setinggi delapan lantai telah melalui kajian teknis yang dilakukan Balai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Itu sudah ada kajian khusus dari pihak PUPR Balai. Yang pertama kajiannya itu 12.000 meter, terus yang kedua itu anggarannya cukup untuk seluas itu,” ungkapnya.
Apabila proses perencanaan rampung dan tidak lagi mengalami perubahan desain, pembangunan fisik ditargetkan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027.
“Awal pekerjaannya direncanakan itu awal tahun depan, makanya kita perlu untuk mempercepat perencanaan ini. Kalau memang sudah disetujui dan tidak ada lagi perubahan bisa secepatnya,” tuturnya.
Comment