Pembangunan Stadion Untia Masuk Tahap Tender, Nilai Proyek Rp 350 Miliar

Makassar, Respublica— Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) resmi memasuki tahap pemilihan penyedia jasa pembangunan Stadion Untia dengan skema Design and Build.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan dokumen desain pembangunan stadion telah ditayangkan dalam proses pengadaan. Saat ini pemerintah menunggu penawaran dari peserta tender sebelum menetapkan pemenang.

ads

“Desain dan build-nya sudah tayang. Saat ini kita sedang menunggu penawaran yang baik untuk memastikan tahun ini sudah ada progres dari pekerjaan stadion di Untia,” ujar Munafri kepada awak media di Balai Kota Makassar, Kamis (9/7/2026).

Munafri menjelaskan, pembangunan Stadion Untia akan menggunakan skema tahun jamak (multiyears) selama dua tahun anggaran. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada penimbunan lahan dan pembangunan struktur dasar stadion.

“Ini kan multiyears dua tahun. Jadi sekarang tahapannya tentu ada penimbunan, kemudian pembangunan kerangka dasar strukturnya,” katanya.

Menurut Munafri, proses tender akan berlangsung sesuai ketentuan. Setelah masa pemasukan penawaran berakhir, pemerintah akan mengevaluasi seluruh peserta untuk menentukan penyedia jasa terbaik.

Ia menegaskan proses tersebut terbuka bagi seluruh kontraktor yang memenuhi persyaratan. “Memang ada waktunya sekitar satu bulan untuk menyeleksi kontraktor, setelah itu ditentukan pemenangnya. Terbuka untuk siapa pun kontraktornya,” jelasnya.

Dengan nilai proyek sekitar Rp350 miliar, Munafri memastikan seluruh tahapan pembangunan akan diawasi secara ketat guna menjamin akuntabilitas dan transparansi.

“Tentu kita akan kawal semuanya. Pola pekerjaan, proses tender, semuanya harus dijaga dan dikawal bersama-sama APH untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pembangunan,” ujarnya.

“Ini tidak bisa salah-salah karena stadion bukan bangunan biasa. Ada aturan-aturan, standarisasi, dan berbagai persyaratan teknis yang harus dipenuhi,” sambungnya.

Munafri mengatakan, Stadion Untia tidak hanya diproyeksikan sebagai sarana olahraga, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan. Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan grand design pengembangan wilayah agar keberadaan stadion terintegrasi dengan potensi di sekitarnya.

“Jadi nanti kita bikin grand design-nya. Pemerintah membuat trigger-nya. Setelah stadion hadir, kita berharap developer maupun perusahaan-perusahaan properti bisa memanfaatkan potensi keramaian yang muncul dari stadion itu,” tuturnya.

Stadion Untia dirancang berkapasitas sekitar 16.000 hingga 17.000 penonton. Kehadirannya diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan berbagai event olahraga sekaligus mendorong pengembangan kawasan Untia yang memiliki potensi pesisir, Pelabuhan Perikanan Untia, kawasan mangrove, dan sejumlah fasilitas pemerintah.

Munafri juga memastikan pembangunan stadion sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar. “Skemanya APBD,” tutup Appi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan proses pengadaan merupakan tindak lanjut komitmen Pemerintah Kota Makassar menghadirkan stadion representatif yang dapat mendukung pembinaan olahraga sekaligus menjadi ikon baru kota.

“Saat ini pembangunan Stadion Untia telah memasuki tahap pemilihan penyedia jasa. Pada tanggal 3 Juli 2026, kami telah mengumumkan proses prakualifikasi penyedia sebagai tahapan awal dalam seleksi calon pelaksana pekerjaan,” sambung Zuhaelsi.

Menurutnya, proyek tersebut akan dilaksanakan dengan skema multiyears periode 2026–2027 menggunakan anggaran APBD sebesar Rp350 miliar.

Paket pekerjaan telah diumumkan melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Kota Makassar dengan nama Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga, Pembangunan Stadion Untia. Nilai pagu dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) masing-masing ditetapkan sebesar Rp350 miliar, sedangkan nilai kontrak baru akan ditentukan setelah proses pengadaan selesai.

Zuhaelsi menjelaskan, setelah prakualifikasi, proses akan dilanjutkan dengan evaluasi administrasi, evaluasi teknis, serta penilaian kemampuan peserta sesuai persyaratan yang ditetapkan. Pemerintah menargetkan penyedia jasa ditetapkan pada pekan keempat September 2026.

“Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjalankan seluruh proses pengadaan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun pertama pekerjaan difokuskan pada penyusunan detail engineering design (DED), mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, persiapan lapangan, serta pematangan lahan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi utama pada 2027.

“Pembangunan Stadion Untia merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Makassar. Karena itu, seluruh tahapan kami laksanakan secara bertahap, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan konstruksi agar proyek ini dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran,” lanjutanya.

Menurut Zuhaelsi, kehadiran Stadion Untia diharapkan tidak hanya memperkuat infrastruktur olahraga di Makassar, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Seluruh tahapan kami laksanakan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku agar pembangunan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai perencanaan,” tutup Zuhaelsi.

Comment