Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar Azwar Rasmin menggelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan XI bersama Kecamatan Panakkukang di Hotel Maxone Makassar, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Camat Panakkukang Syahril, S.STP dan Lurah Borong Deddy Kurniawan, S.IP sebagai pembicara. Kegiatan dipandu moderator As’at, S.Pd.

Dalam sambutannya, Azwar Rasmin mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan DPRD dalam menyampaikan berbagai program pemerintahan kepada masyarakat.
Menurutnya, masyarakat di daerah pemilihan anggota DPRD perlu dilibatkan dalam kegiatan pengawasan pemerintahan daerah agar dapat mengetahui berbagai program yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan warga.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengetahui program yang dapat dilaksanakan pemerintah kecamatan maupun kelurahan.
“Membahas SKPD di kecamatan, nanti bertanya Pak Camat dan Pak Lurah apa kegiatan yang bisa dibuat oleh kecamatan untuk masyarakat di wilayahnya, kegiatan apa, hal apa yang bisa disinergikan ke warga,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Panakkukang Syahril mengatakan perkembangan pembangunan dan aktivitas ekonomi di wilayahnya turut membawa sejumlah persoalan perkotaan.
Menurutnya, banyaknya gedung dan aktivitas usaha membuat kawasan Panakkukang menjadi salah satu wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Kondisi tersebut juga berdampak pada persoalan kemacetan, persampahan, hingga masalah sosial.
“Salah satunya persoalan sampah. Kita 100 ton per hari menghasilkan sampah di Panakkukang. Ini menimbulkan persoalan di Kecamatan Manggala karena di situ ada TPA,” kata Syahril.
Untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA Tamangapa, Pemerintah Kecamatan Panakkukang bersama Pemerintah Kota Makassar mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.
Syahril menyebut upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Dari sebelumnya sekitar 100 ton sampah per hari, volume sampah yang masuk ke TPA disebut telah berkurang menjadi sekitar 50 ton per hari.
“Alhamdulillah sekarang sudah 50 ton per hari karena ada pemilahan sampah. Bagaimana caranya sampah yang dihasilkan tidak lagi gelondongan, tinggal sampah residu,” katanya.
Terpisah, Lurah Borong Deddy Kurniawan mengatakan persoalan bau dari kawasan TPA di Manggala kini mulai berkurang. Salah satu faktor yang disebut berpengaruh adalah proses penutupan sampah dengan tanah urug serta penerapan sistem sanitary landfill
Ia juga menyampaikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus didorong di wilayah Kelurahan Borong. Salah satunya melalui keberadaan bank sampah di tingkat RT dan RW.
“Bank sampah konsep dalam pengelolaan sampah anorganik, sampah kering. Manfaatnya lingkungan bersih, sehat dan kurang sampah. Sosial terjalin komunikasi, menimbulkan kebersamaan. Ekonomi menambah pendapatan kalau kelola sampah bernilai ekonomis,” jelasnya.
Comment