Azwar Rasmin Soroti Pentingnya RTH dan Pengawasan Lingkungan

Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar Azwar Rasmin menggelar kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah Angkatan XII bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Hotel Maxone, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Keanekaragaman Hayati DLH Kota Makassar, Amanda Syahwaldi, S.STP., MM., serta Hasanuddin Leo, mantan anggota DPRD Kota Makassar periode 2009–2024 selama tiga periode, yang saat ini berkiprah sebagai tenaga ahli Pemerintah Kota Makassar dan konsultan.

ads

Dalam sambutannya, Azwar Rasmin menekankan pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) bagi Kota Makassar.

Menurutnya, RTH bukan sekadar memperindah kota, tetapi memiliki fungsi ekologis dan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Ia juga menilai pengawasan terhadap pelaksanaan program lingkungan hidup perlu terus diperkuat agar kebijakan dan program yang telah direncanakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ruang terbuka hijau ini sangat penting bagi keberlangsungan kota. Karena itu, pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga RTH yang ada bisa dipertahankan dan dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Amanda Syahwaldi memaparkan berbagai program dan kegiatan yang dilakukan DLH Kota Makassar dalam pengelolaan lingkungan, khususnya terkait pemeliharaan pohon dan pengembangan RTH.

Dalam pemaparannya, ditampilkan sejumlah dokumentasi pelaksanaan kegiatan, di antaranya penebangan pohon mati serta penanganan pohon tumbang.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, DLH menggunakan sejumlah peralatan operasional seperti dump truck, backhoe loader, dan boom lift.

Amanda juga menjelaskan pengembangan RTH melalui kemitraan dengan pihak swasta dalam bentuk Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP). Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun Kota Makassar sebagai kota hijau.

Sejumlah perusahaan telah terlibat dalam program tersebut. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4, misalnya,melakukan penanaman 2.500 bibit bougenville di Taman Gajah dan Taman Anjungan Pantai Losari.

Sementara PT KIMA melakukan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Ekoeduwisata Mangrove Lantebung. PT PLN IP UBP Tello juga menanam 2.000 bibit mangrove di kawasan Ekoeduwisata Mangrove Parangloe.

Adapun PT Traktor Nusantara berkontribusi melalui penanaman 250 bibit mangrove serta pelepasan 300 ekor benih kepiting di kawasan Ekoeduwisata Mangrove Parangloe.

Selain program kemitraan, DLH juga melaksanakan kegiatan penertiban jalur hijau sebagai bagian dari pengendalian dan pengelolaan RTH Kota Makassar.

Kegiatan penanaman pohon di SD Sudirman IV turut dilakukan sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus edukasi lingkungan kepada generasi muda.

Dalam kesempatan yang sama, Hasanuddin Leo mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam menjaga pohon dan lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk keluarga dan tetangga.

“Mari kita informasikan kepada tetangga dan keluarga. Kalau ada pohon yang masih hidup atau setengah mati, jangan langsung ditebang. Dipelihara, karena kalau dirawat bisa tumbuh menjadi pohon besar dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.

Hasanuddin juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan melakukan penebangan pohon, terutama pada kawasan yang memiliki ketentuan mengenai ruang terbuka hijau.

Ia menyebut terdapat konsekuensi hukum apabila masyarakat melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku. Karena itu, masyarakat diminta memahami ketentuan mengenai RTH dan pengelolaan pohon sebelum melakukan penebangan.

“Ini bukan hanya persoalan hari ini. Ini menyangkut masa depan generasi kita. Kalau pohon-pohon kita hilangkan sekarang, anak cucu kita yang akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

Comment