Irwan Djafar Soroti Pengelolaan Sampah dan Pelayanan Kesehatan Warga

Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar Irwan Djafar mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah dari rumah sebagai bagian dari upaya mengurangi beban pengangkutan dan pengelolaan sampah di Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Irwan dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan XII bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Kelurahan Mappala di Hotel Grand Town, Sabtu (26/9/2026).

ads

Dalam kesempatan tersebut, Irwan menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjalankan program pemilahan sampah. Menurutnya, pemilahan dari sumber dapat membantu pemerintah menekan biaya pengangkutan sampah sekaligus membuat pengelolaan sampah lebih efisien.

“Pemilahan sampah ada penghematan 30 persen biaya pengangkutan sampah,” ujar Irwan.

Ia menyebut, sistem pengangkutan sampah di Kota Makassar saat ini terus dibenahi. Menurutnya, pengangkutan sampah sudah berjalan lebih teratur sehingga masyarakat tidak lagi banyak mengeluhkan keterlambatan.

“Pengangkutan sampah sekarang sudah tidak pernah telat,” katanya.

Selain persoalan persampahan, Irwan juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan berbagai program pemerintah, termasuk bantuan pendidikan bagi anak sekolah.

“Banyak hal yang kebutuhan kita termasuk misalnya ibu-ibu punya anak sekolah kan ada bantuan beasiswa coba daftarkan,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan administrasi pendidikan yang dihadapi keluarga. Termasuk bagi anak atau kerabat yang belum memiliki ijazah.

“Banyak yang ada ponakan anaknya sendiri tidak punya ijazah lapor ke saya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan Dinas Kesehatan Kota Makassar, Hasanuddin, mengatakan pihaknya telah membangun komunikasi yang baik dengan DPRD Kota Makassar, termasuk dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kesehatan kami sudah lama menjalin komunikasi yang baik dengan pak dewan kalau ada warga butuh penanganan kesehatan RSUD Daya selalu terbuka karena pak dewan bermitra dengan Dinas Kesehatan,” kata Hasanuddin.

Ia mengajak masyarakat menyampaikan secara langsung apabila menemukan kendala dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, masukan dari masyarakat diperlukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

“Ada hal-hal kurang berkenan pelayanan kesehatan sampaikan saja langsung,” ujarnya.

Dari Kelurahan Mappala, Lurah Mappala Nasria Nurfadila Natsir mengatakan persoalan persampahan yang sebelumnya banyak dilaporkan warga melalui kanal LONTARA+ mulai mengalami penurunan.

“Laporkan beberapa kegelisahan persampahan tapi alhamdulillah satu bulan belakangan ini laporan yang masuk di Lontara menurun drastis terkait persampahan setelah proses pengelolaan sampah sudah tidak ada yang melapor soal sampah,” kata Nasria.

Menurutnya, penurunan laporan tersebut tidak terlepas dari pembenahan sistem pengangkutan sampah di wilayah Kelurahan Mappala. Pihak kelurahan melakukan penyisiran dan penjemputan sampah secara lebih teratur.

Ia menjelaskan, kelurahan juga mulai melakukan penimbangan sampah organik sebelum dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh data mengenai volume sampah yang dihasilkan rumah tangga setiap harinya.

“Kegiatan kami di kelurahan itu sampah organik sebelum dibuang di TPA dilakukan penimbangan supaya dapat estimasi berapa sampah rumah tangga. Rata-rata sampah organik Kelurahan Mappala 150 kilo per hari,” jelasnya.

Nasria mengatakan, data tersebut dapat menjadi basis dalam menyusun langkah pengurangan sampah ke depan. Dengan mengetahui volume sampah yang dihasilkan, pemerintah kelurahan dapat menentukan strategi pengelolaan yang lebih terukur.

Namun, ia menyebut masih terdapat kendala dalam operasional pengangkutan sampah di wilayahnya. Saat ini Kelurahan Mappala membutuhkan tambahan armada untuk mendukung pelayanan persampahan.

“Kita ada tujuh armada. Kekurangan armada mungkin bisa dibantu motor Viar. Jadi siapa tahu bisa men-support kami, akan bersurat ke DLH, mohon bantuannya untuk difasilitasi,” katanya.

Comment