Ari Ashari Ilham Gelar Pengawasan Pemda, Bahas Program Pendidikan hingga Kualitas Guru

Makassar, Respublica— Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar, di Hotel Almadera, Makassar (17/3/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kurniati, S.STP, serta akademisi Nasaruddin Natsir sebagai pembicara.

ads

Dalam sambutannya, legislator Partai NasDem itu menyoroti pentingnya transparansi penggunaan anggaran pendidikan. Ia menilai masyarakat berhak mengetahui arah dan pemanfaatan anggaran yang bersumber dari pajak.

“Anggaran yang dibelanjakan berasal dari pajak kita, sehingga harus jelas penggunaannya. Partisipasi masyarakat juga harus dibuka seluas-luasnya,” katanya.

Dalam forum tersebut, Ari turut mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah Mamajang, Mariso, dan Tamalate. Ia berharap perbaikan sekolah dapat menjadi prioritas, termasuk peningkatan kualitas tenaga pengajar.

Menurutnya, ketimpangan kualitas guru antar sekolah masih menjadi persoalan. Ia menilai konsep sekolah unggulan perlu dikaji ulang karena berpotensi menumpuk tenaga pengajar berkualitas di satu tempat saja.

“Masih ada sekolah yang kualitas gurunya belum merata. Jadi bukan hanya zonasi murid, tetapi juga perlu ada zonasi guru agar kualitas SDM di sekolah bisa setara,” tegasnya.

Sementara itu, Kurniati memaparkan gambaran anggaran pendidikan Kota Makassar yang mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp900 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai, Rp200 miliar untuk dana BOS, dan sisanya untuk operasional dinas, termasuk rehabilitasi sekolah dan manajemen pendidikan.

Ia juga menyampaikan rencana penambahan fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD), khususnya di Kecamatan Mamajang dan Tallo. Untuk wilayah Mamajang, pembangunan PAUD direncanakan mulai tahap perencanaan tahun ini dan ditargetkan terealisasi pada 2027.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, seragam, dan tumbler bagi siswa SD se-Kota Makassar tahun ajaran 2025–2026. Bantuan tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak.

Di sektor infrastruktur, revitalisasi sekolah juga terus diupayakan melalui dukungan dana dari Kementerian Pendidikan. Tercatat sekitar 79 sekolah dasar yang mengalami kerusakan diharapkan mendapat penanganan tahun ini.

Program beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan.

Di sisi lain, akademisi Nasaruddin Natsir menyoroti masih adanya sejumlah persoalan pendidikan di Makassar yang membutuhkan perhatian serius. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar sekolah negeri mampu bersaing dengan sekolah swasta.

Menurutnya, penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh di Kota Makassar.

Comment