Papa Keren Disdukcapil Lutim Permudah Akses Dokumen Kependudukan Warga Rentan

Luwu Timur, Respublica— Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Luwu Timur kembali mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif dan berkualitas.

Melalui inovasi bertajuk Papa Keren (Pelayanan Pro Aktif Kelompok Rentan), Disdukcapil mengintensifkan pola layanan “jemput bola” dengan mendatangi langsung warga yang membutuhkan.

ads

Pada Senin, 20 April 2026, tim Disdukcapil Luwu Timur menyambangi kediaman seorang warga lanjut usia bernama SUBE (81) di Desa Bahari, Kecamatan Wotu.

Dalam kunjungan tersebut, petugas tidak hanya melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el), tetapi juga membantu proses validasi data kependudukan lainnya. Kehadiran tim disambut positif oleh pemerintah desa dan keluarga, yang merasakan langsung manfaat dari layanan proaktif tersebut.

Selanjutnya, pada Kamis, 23 April 2026, kegiatan serupa dilaksanakan di Desa Lera, Kecamatan Wotu. Dalam agenda itu, tim kembali turun langsung ke rumah-rumah warga, khususnya mereka yang masuk kategori kelompok rentan dan memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan di kantor.

Sebanyak 17 warga berhasil dilayani, terdiri dari 9 penyandang disabilitas, 7 lanjut usia (lansia), dan 1 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Layanan yang diberikan mencakup perekaman KTP-el hingga pembaruan data kependudukan.

Program ini ditujukan untuk memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, memperoleh hak atas identitas kependudukan secara mudah dan layak.

Kepala Dinas Dukcapil Luwu Timur (Ir. Nursih Hariani), Menyampaikan bahwa program PAPA KEREN hadir sebagai solusi bagi kelompok rentan, termasuk lansia, dan penyandang disabilitas.

“Kami menyadari bahwa dokumen kependudukan seperti KTP-el dan Kartu Keluarga adalah hak dasar setiap warga negara. Melalui Papa Keren, negara hadir langsung ke rumah-rumah warga. Petugas kami melakukan perekaman dan pemutakhiran data di tempat agar warga lansia kita di Desa Bahari tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh,” ujarnya.

Nursih Hariani juga menegaskan bahwa inovasi Papa Keren merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan yang menjangkau hingga ke pelosok.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam kepemilikan dokumen kependudukan, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun kondisi tertentu,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin terpenuhinya hak identitas kependudukan, khususnya bagi warga yang tidak memungkinkan datang langsung ke kantor pelayanan akibat keterbatasan fisik atau kondisi kesehatan.

Ke depan, Papa Keren diharapkan mampu menekan jumlah warga kelompok rentan yang belum memiliki dokumen kependudukan di Kabupaten Luwu Timur.

Dengan kepemilikan dokumen yang lengkap dan valid, masyarakat—terutama lansia—akan lebih mudah mengakses berbagai layanan publik, seperti jaminan kesehatan dan bantuan sosial.

Disdukcapil Kabupaten Luwu Timur pun berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini ke berbagai desa di wilayah Bumi Batara Guru, guna mewujudkan tata kelola administrasi kependudukan yang tertib, akurat, dan merata.

Comment