Luwu Timur, Respublica— Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke seluruh daerah, termasuk Kabupaten Luwu Timur.
Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur di Lapangan Pendidikan Malili, Senin (8/6/2026).

Andi Sudirman mengungkapkan bahwa Pemprov Sulsel saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu program strategis yang tengah dijalankan adalah Multi Years Project (MYP) 2025–2027 dengan total anggaran mencapai Rp3,7 triliun. Program tersebut difokuskan pada pembangunan jalan, rehabilitasi daerah irigasi, serta pembangunan dua rumah sakit regional.
Untuk Kabupaten Luwu Timur, pembangunan infrastruktur jalan masuk dalam Paket 6 MYP dengan alokasi anggaran sekitar Rp239 miliar. Program ini mencakup peningkatan struktur jalan ruas Ussu–Nuha hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Selain itu, Luwu Timur juga mendapat alokasi program rehabilitasi daerah irigasi melalui Paket 4 MYP senilai Rp120 miliar yang mencakup sejumlah wilayah di bagian utara Sulawesi Selatan. Salah satu proyek prioritas dalam program tersebut adalah rehabilitasi Daerah Irigasi Angkona untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Pada kesempatan itu, Andi Sudirman turut menyerahkan bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp15 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Bantuan ini kita peruntukan untuk peningkatan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Luwu Timur,” ujar Andi Sudirman.
Selain bantuan keuangan, Pemprov Sulsel juga menyalurkan sejumlah bantuan lainnya, antara lain satu unit traktor roda empat untuk sektor pertanian, buffer stock logistik penanggulangan bencana, bantuan pasang baru listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2026 bagi 65 rumah tangga, serta tiga unit mobil truk pengangkut sampah yang disalurkan melalui Bank Sulselbar.
Di hadapan masyarakat Luwu Timur, Andi Sudirman juga memaparkan rencana pembangunan Matano Belt Road yang akan dikerjakan bersama PT Vale Indonesia. Proyek tersebut berupa jalan lingkar pesisir Danau Matano sepanjang 35 kilometer yang menghubungkan Desa Ussu di Kecamatan Malili, melintasi Nuha hingga perbatasan Sulawesi Tengah.
Menurutnya, proyek tersebut akan memberikan dampak besar bagi masyarakat karena mampu memangkas jarak dan waktu tempuh antarwilayah yang selama ini masih bergantung pada transportasi air.
“Inilah yang akan menjadi legacy untuk menegaskan Luwu Timur sebagai penghasil sumber daya alam, dan 35 kilometer ini akan memangkas jarak tempuh masyarakat kita naik kapal dari Malili ke Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Comment