Gelar Pengawasan, Rezeki Nur Bahas Bonus Demografi dan Tantangan Pemuda dalam Pengelolaan Sampah

Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar, Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kep., menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan V bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar di Hotel Karebosi Premier Makassar, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kabid Pengembangan Pemuda Bryan Ramadhan Brahman dan M. Rizal ZR, yang membahas potensi kepemudaan serta peran generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah.

ads

Dalam sambutannya, Rezeki Nur menegaskan bahwa pemuda merupakan aset penting yang harus dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Menurutnya, pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah juga harus diarahkan pada upaya memastikan program-program kepemudaan berjalan efektif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah harus hadir memberikan ruang, pembinaan, dan dukungan agar potensi yang dimiliki generasi muda dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Bryan Ramadhan Brahman dalam pemaparannya menjelaskan kondisi demografi pemuda di Kota Makassar yang dinilai menjadi modal besar dalam menyongsong bonus demografi.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, jumlah penduduk Kota Makassar mencapai 1.482.354 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.019.408 jiwa atau 68,77 persen merupakan penduduk usia kerja (15-64 tahun).

Ia menjelaskan bahwa kelompok pemuda berusia 16 hingga 30 tahun mencapai 379.494 jiwa atau sekitar 25,60 persen dari total populasi Kota Makassar. Selain itu, sebanyak 37,24 persen penduduk usia kerja di Makassar merupakan kalangan pemuda.

Bryan juga mengungkapkan rasio jenis kelamin pemuda Kota Makassar berada pada angka 103, dengan seluruh kecamatan memiliki rasio di atas 100. Adapun jumlah pemuda terbanyak berada di Kecamatan Biringkanaya sebanyak 58.409 jiwa, disusul Tamalate sebanyak 49.958 jiwa dan Manggala sebanyak 41.633 jiwa.

Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan daerah dan menyongsong Indonesia Emas.

“Pemuda adalah katalisator yang menggerakkan perubahan dan memanfaatkan setiap kesempatan dalam mencapai pemanfaatan bonus demografi untuk meraih Indonesia Emas,” katanya.

Pada sesi berikutnya, M. Rizal ZR membahas pentingnya keterlibatan aktif pemuda dalam pengelolaan sampah, khususnya di Kecamatan Mamajang.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Mamajang saat ini menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks akibat tingginya kepadatan penduduk dan laju urbanisasi yang terus meningkat. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya volume sampah harian yang berasal dari rumah tangga maupun aktivitas masyarakat lainnya.

Selain itu, masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Karena itu, Rizal menilai pemuda dapat menjadi motor penggerak perubahan melalui berbagai kegiatan edukasi dan aksi lingkungan yang berkelanjutan.

Menurutnya, langkah tersebut perlu diselaraskan dengan program Mamajang Go Green (MGG) serta optimalisasi fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Kecamatan Mamajang.

“Diperlukan peran aktif pemuda untuk menyelaraskan langkah bersama program Mamajang Go Green dan memaksimalkan fungsi TPS3R agar pengelolaan sampah di tingkat kecamatan berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Comment