Majalah Respublica Edisi II 2026: Berebut Kemudi Menara Pinisi

Setiap perubahan selalu dimulai dari sebuah keputusan. Ada yang lahir dari ruang-ruang politik, ada yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat, dan ada pula yang perlahan terbentuk dari gagasan tentang masa depan.

Pada Respublica Volume II, kami mencoba membaca sejumlah perubahan itu dari berbagai sudut. Bukan sekadar mencatat peristiwa, tetapi melihat persoalan yang berada di baliknya: ke mana arah kebijakan bergerak, apa yang dipertaruhkan, dan sejauh mana keputusan hari ini akan membentuk kehidupan masyarakat pada masa mendatang.

ads

Di lingkungan pendidikan tinggi, perhatian kami tertuju pada Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2027–2031. Pendaftaran bakal calon rektor mulai membuka ruang bagi sejumlah nama untuk menawarkan gagasan kepemimpinan. Enam nama yang berebut kursi rektor bukan sekadar menghadirkan kontestasi personal, tetapi juga memperlihatkan pertarungan gagasan tentang masa depan salah satu perguruan tinggi penting di Sulawesi Selatan.

Dari kampus, perhatian bergeser ke tata ruang Kota Makassar. Wacana pembentukan kecamatan baru yang mencakup sebagian wilayah Biringkanaya dan Tamalanrea kembali menjadi pembicaraan. Persoalan lain yang tak kalah dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah sampah. Pemerintah Kota Makassar mulai menata kembali dukungan anggaran untuk sektor persampahan.

Dari perkotaan, kita bergerak ke bentang alam yang lebih luas. Pemerintah menyiapkan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan ekosistem gambut dan mangrove serta menekan risiko kebakaran hutan dan lahan. Selengkapnya baca denga klik di sini

Respublica berusaha menempatkan berita bukan hanya sebagai rekaman kejadian, tetapi sebagai pintu masuk untuk memahami persoalan secara lebih utuh. Kami percaya, informasi yang baik tidak berhenti pada apa yang terjadi. Ia juga perlu membantu pembaca memahami mengapa sesuatu terjadi dan ke mana dampaknya akan membawa kita.

Selamat membaca

Muhajir
Pemimpin Redaksi

Comment