Aksi Hari Al-Quds di Makassar: Massa Kutuk AS-Israel, Dukung Palestina dan Iran

Makassar, Respublica— Ratusan massa aksi mengatasnamakan dirinya Poros Al Quds Makassar memadati kawasan depan Monumen Mandala di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, pada Jumat (13/3/2026), dalam rangka memperingati Hari Al-Quds.

Peringatan ini dikenal sebagai momentum solidaritas global untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina sekaligus menolak pendudukan Israel dan ideologi Zionisme.

ads

Namun, aksi tahun ini terasa berbeda dibandingkan dengan aksi-aksi sebelumnya yang rutin digelar oleh kelompok solidaritas Palestina di Makassar.

Selain menyuarakan dukungan bagi Palestina, massa aksi juga menyampaikan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Keduanya dinilai sebagai pihak yang memperkeruh situasi di Timur Tengah setelah melakukan serangan terhadap kedaulatan Iran, yang kemudian memicu eskalasi konflik hingga pecahnya perang antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat yang hingga kini masih berlangsung.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai pataka yang mengekspresikan dukungan terhadap Iran dan Palestina sekaligus mengecam tindakan militer Amerika Serikat dan Israel.

Salah satu spanduk yang mencolok bertuliskan “You Started The War, Now Sail Away” yang ditujukan kepada Donald Trump dan Benjamin Netanyahu. Selain itu, sejumlah poster bergambar Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, juga terlihat di tengah kerumunan massa.

Poster tersebut dibawa sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya Khamenei akibat serangan Israel yang disebut mendapat dukungan dari Amerika Serikat, sekaligus sebagai simbol solidaritas kepada Iran yang saat ini terlibat konflik terbuka dengan Israel dan Amerika Serikat.

Sepanjang aksi berlangsung, berbagai seruan juga menggema dari peserta aksi. Teriakan seperti “Mampus Israel”, “Hancurkan Amerika”, dan “Berdiri bersama Iran” dilontarkan massa sebagai bentuk kemarahan terhadap kedua negara yang mereka nilai telah memicu perang dengan Iran serta menindas rakyat Palestina selama bertahun-tahun.

“Israel dan Amerika itu negara mitos, negara kloning. Akan tiba waktunya untuk hilang dan binasa,” ujar salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Berikut pernyataan sikap Poros Al Quds Makassar:

  1. Menegaskan dukungan total dan tanpa syarat terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan tanah suci mereka dari penjajahan, apartheid, dan genosida yang dilakukan rezim Zionis Israel.

  2. Mengutuk keras kemunafikan dan standar ganda dunia internasional yang memilih diam terhadap pembantaian sistematis terhadap rakyat Palestina, sekaligus menjadi pelindung politik bagi kejahatan perang Israel.

  3. Menyerukan kebangkitan solidaritas umat dan bangsa-bangsa merdeka di seluruh dunia untuk berdiri bersama Palestina, memperkuat gerakan perlawanan global, serta menolak segala bentuk normalisasi dengan rezim penjajah Zionis.

  4. Mengutuk keras agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran, yang merupakan tindakan kriminal internasional dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara.

  5. Mengecam pembunuhan terhadap Pemimpin Revolusi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, sebagai tindakan terorisme negara yang biadab, yang menunjukkan wajah asli imperialisme global yang anti-kemanusiaan.

  6. Menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat dan pemerintah Iran dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan melawan hegemoni kekuatan imperialis yang berupaya menundukkan bangsa-bangsa merdeka.

  7. Mendesak pemerintah Indonesia untuk keluar dari BOP, yang dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi serta berpotensi menyeret Indonesia dalam orbit kepentingan geopolitik kekuatan imperialis.

  8. Menuntut pemerintah Indonesia bersikap tegas dan terbuka dalam mengutuk agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.

  9. Mengingatkan bahwa Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, sehingga pemerintah Indonesia wajib berada di garis depan perjuangan melawan penjajahan, imperialisme, dan agresi global.

Comment