Mentan Amran: Hilirisasi Kelapa dan Gambir Bisa Tembus Rp10.000 Triliun

Makassar, Respublica— Ketua Umum BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyoroti besarnya potensi ekonomi komoditas kelapa dan gambir yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan saat menjadi keynote speaker di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

ads

Ia menjelaskan, Indonesia saat ini merupakan produsen kelapa terbesar di dunia. Namun, ekspor yang dilakukan masih didominasi dalam bentuk bahan mentah dengan nilai jual sangat rendah.

“Kelapa dikirim bulat-bulat dengan harga murah. Jika diolah menjadi VCO atau coconut milk, nilainya bisa naik 100 kali lipat. Ekspor kita yang tadinya 24 triliun bisa menjadi 2.400 triliun,” ujarnya.

Tak hanya daging kelapa, potensi besar juga terdapat pada air kelapa. Amran mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia justru mengimpor air kelapa kemasan dari Vietnam dan Thailand dengan harga mencapai Rp40.000 per unit.

“Lebih menarik lagi adalah air kelapa. Saat ini air kelapa dari Vietnam dan Thailand masuk ke Indonesia dengan harga Rp40.000 karena kemasannya bagus. Padahal, potensi air kelapa dan isinya saja bisa mencapai 5.000 triliun,” tegasnya.

Selain kelapa, komoditas gambir juga menjadi perhatian. Amran menyebut Indonesia memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia, namun ekspor masih dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi.

“Yang menikmati nilai tambah justru negara lain. India mengolah gambir kita, lalu mengekspornya kembali ke Amerika dan Eropa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah konkret untuk mendorong hilirisasi komoditas tersebut, termasuk pembangunan pabrik pengolahan di wilayah Sumatera Barat dan Medan.

“Nah, kalau kita hilirisasi nilainya bisa mencapai 5.000 triliun. Baru dua komoditas saja sudah 10.000 triliun. Selama ini yang mengolah gambir kita adalah India, lalu mereka ekspor ke Amerika dan Eropa,” ujarnya.

Comment