Komisi B Soroti Realisasi Pariwisata Makassar yang Baru Kisaran 10%

Makassar, Respublica— Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Irmawati Sila, menyoroti rendahnya capaian realisasi program Dinas Pariwisata yang masih berada di kisaran 10 persen hingga memasuki bulan April 2026.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) bersama Dinas Pariwisata Makassar di Kantor Sementara DPRD Makassar, Rabu (1/4/2026).

ads

Ketua Hanura Makassar itu menilai, jika melihat posisi waktu yang telah memasuki sepertiga tahun anggaran, capaian tersebut tergolong masih minim dan perlu mendapat penjelasan yang komprehensif dari pihak terkait.

“Tentunya kalau kita berpikir bahwa sudah sepertiga perjalanan di tahun ini, realisasi yang kurang lebih 10% ini tentunya saya mau bertanya, kira-kira apa yang menjadi kendala di triwulan pertama sehingga sangat minim persentase realisasi tersebut,” ujarnya.

Ia meminta Dinas Pariwisata untuk menjelaskan secara terbuka faktor-faktor penghambat realisasi program, sekaligus memaparkan proyeksi peningkatan capaian pada evaluasi berikutnya.

“Harapannya saya setelah nanti monev selanjutnya, mungkin Pak Kadis bisa menyampaikan bahwa insyaallah realisasinya akan meningkat kurang lebih berapa persen,” lanjutnya.

Selain itu, Irmawati juga mempertanyakan kemungkinan adanya program yang sedang dalam tahap pelaksanaan namun belum tercantum atau belum terakomodasi dalam laporan yang disampaikan pada saat monev.

Lebih jauh, ia menyoroti potensi besar sektor pariwisata di Makassar yang dinilai belum dimaksimalkan secara optimal. Dari sejumlah program yang dipaparkan, Irmawati mendorong adanya inovasi dan terobosan baru guna meningkatkan daya tarik wisata daerah.

Menurutnya, dengan kekayaan potensi yang dimiliki, sektor pariwisata seharusnya mampu menjadi salah satu penopang utama pendapatan daerah jika dikelola secara maksimal.

Ia juga menaruh harapan besar kepada Kepala Dinas Pariwisata yang relatif baru menjabat untuk menghadirkan perubahan signifikan. Irmawati menilai pengalaman sebelumnya di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dapat menjadi modal penting dalam meningkatkan kinerja di sektor pariwisata.

“Saya berharap di pariwisata ini membuktikan juga bahwa Pak Kadis yang menjadi Kadis di pariwisata tentunya harapan saya banyak mungkin terobosan-terobosan terbaru yang mungkin lebih baik lagi dari Kadis sebelumnya,” pungkasnya.

Comment