Ada Lurah Absen Rakor, Appi Beri Peringatan Keras: Jangan Jadi ‘Raja Kecil’

Makassar, Respublica— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan ultimatum sekaligus peringatan keras kepada aparatur pemerintahan terkait pentingnya kedisiplinan, khususnya dalam hal kehadiran tepat waktu dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Penegasan tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) persampahan di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (6/4/2026). Dalam kesempatan itu, Munafri menyoroti absennya sejumlah lurah, yang dinilai mencerminkan lemahnya disiplin aparatur.

ads

Menurutnya, persoalan sampah yang semakin kompleks tidak bisa ditangani secara setengah hati. Dibutuhkan keteladanan, kekompakan, serta kerja kolektif yang solid dari seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat paling bawah.

Munafri menegaskan bahwa camat dan lurah sebagai ujung tombak pelayanan publik harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang baik, termasuk dalam hal kedisiplinan waktu.

Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa tanggung jawab sebagai pemimpin wilayah bukanlah hal ringan karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan dituntut menjadi contoh, baik dalam sikap, perilaku, maupun komitmen terhadap waktu.

“Bagaimana kita bicara soal teladan kalau kita sendiri tidak menghargai waktu. Kehadiran tepat waktu juga bagian dari keteladanan,” tegasnya.

Selain kedisiplinan, Munafri juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan roda birokrasi. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik saling melindungi dengan cara yang tidak tepat, seperti menutupi kesalahan atau mencari alasan.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi dan kekompakan antara camat dan lurah dalam menjalankan pemerintahan di wilayah. Keduanya, kata dia, harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan yang solid.

“Camat dan lurah itu satu paket, harus bonding. Kalau tidak, pasti ada wilayah yang tertinggal dan itu akan memengaruhi kinerja secara keseluruhan,” seruan Appi.

Munafri juga mengingatkan agar para lurah tidak memposisikan diri sebagai “raja kecil” di wilayah masing-masing. Ia menegaskan bahwa lurah merupakan bagian dari sistem pemerintahan yang bertugas memberikan pelayanan serta menyampaikan informasi dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kota kepada masyarakat.

Ekspektasi tinggi terhadap camat dan lurah, lanjutnya, harus diimbangi dengan kemampuan bekerja dalam harmoni tanpa ada yang tertinggal.

“Ibarat orkestra, semuanya harus selaras. Saya tidak ingin ada yang fals. Lebih baik kita berjalan bersama dengan harmoni daripada ada yang menonjol sendiri tapi merusak irama,” katanya.

Appi juga menegaskan siap mengambil langkah tegas terhadap aparatur yang tidak mampu bekerja dalam tim serta menjaga kekompakan.

Ia berharap seluruh camat dan lurah dapat terus menjaga kedisiplinan, memperkuat kepemimpinan, serta membangun kerja sama yang solid demi optimalnya pelayanan kepada masyarakat. “Semua harus berjalan bersama. Tidak boleh ada yang tertinggal,” pungkasnya.

Comment