Makassar, Respublica— Maraknya juru parkir (jukir) liar di Kota Makassar kembali menjadi sorotan. Keberadaan jukir tanpa atribut resmi hingga aksi kekerasan terhadap pengendara dinilai menunjukkan persoalan perparkiran di Kota Daeng belum tertangani secara maksimal.
Sebelumnya, aparat kepolisian mengamankan 10 juru parkir di sekitar Mal Panakkukang (MP), Makassar, karena tidak memiliki atribut resmi. Selain itu, sebuah video yang memperlihatkan seorang jukir di Jalan Sungai Tangka diduga memukul pengendara mobil juga viral di media sosial.

Insiden tersebut diduga dipicu karena jukir tidak terima setelah diberi uang parkir sebesar Rp2.000. Adu mulut pun terjadi hingga berujung dugaan pemukulan terhadap pengendara.
Menanggapi kondisi itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono, menilai masyarakat tidak membutuhkan klaim bahwa pengelolaan parkir sudah membaik. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah perubahan nyata di lapangan.
“Saya kira kita tidak butuh narasi itu, yang kita butuhkan hari ini adalah apakah parkir itu di mana-mana sudah tertib? Apakah misalnya perusahaan Perumda Parkir ini dari sisi pendapatan sudah bisa lebih maksimal?” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Politikus PKS itu menegaskan, kondisi parkir yang masih semrawut menjadi indikator bahwa belum ada langkah signifikan yang dilakukan dalam pembenahan sektor tersebut.
“Kalau faktanya hari ini parkir masih carut-marut di mana-mana, itu artinya belum ada yang signifikan dilakukan hari ini. Belum ada yang signifikan. Nah, tentu ini menjadi pekerjaan bersama,” ujarnya.
Hartono mengatakan DPRD juga memiliki tanggung jawab untuk mengawal pembenahan sistem perparkiran di Makassar. Karena itu, ia mendorong agar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengelolaan Parkir segera dituntaskan.
“Kami juga tentu di DPR merasa bertanggung jawab dan karena itu kita berharap kalau misalnya segera Perda tentang Pengelolaan Parkir itu segera bisa diselesaikan, maka kita berharap itu menjadi jawaban untuk semakin bisa memperbaiki perparkiran kita,” tuturnya.
Ia menegaskan, kondisi parkir di Makassar hingga kini belum sesuai dengan harapan masyarakat sehingga membutuhkan pembenahan yang lebih serius. “Yang saya mau katakan bahwa hari ini parkir kita belum terkelola sebagaimana yang kita harapkan. Belum,” tegas Hartono.
Comment