Makassar, respublica— Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, membeberkan hasil evaluasi serta capaian kinerja institusi sepanjang tahun 2025 dalam agenda Bincang Asik bersama insan media. Kegiatan tersebut berlangsung di The Rinra, Makassar, Sabtu (20/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Dr. Herry menekankan pentingnya refleksi akhir tahun sebagai ruang evaluasi terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pengembangan desa wisata yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata.
Poltekpar Makassar secara aktif melakukan pendampingan terhadap desa-desa wisata di berbagai wilayah Sulawesi Selatan.
“Kami menyiapkan pembinaan 24 desa pariwisata di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Sekarang sudah berkembang menjadi 48 desa. Tentu ini tidak mudah, kita bertahap dan terus mencari program-program baru,” jelasnya.
Selain itu, Dr. Herry mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas lulusan menjadi target utama institusi pada 2025, khususnya dalam memastikan alumni memperoleh pekerjaan yang layak dan relevan dengan bidang keahlian.
“Alumni harus dapat pekerjaan layak. Ini sudah ditelusuri, berapa persen yang bekerja profesional, menghasilkan lapangan pekerjaan, dan melanjutkan kuliah. Semoga ini bisa terus meningkat ke depan,” katanya.
Dari sisi sumber daya manusia, ia menyampaikan bahwa sebanyak 82 dosen Poltekpar Makassar telah terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di luar lingkungan kampus.
Seluruh program studi, termasuk institusi secara keseluruhan, juga telah berhasil meraih status akreditasi unggul. “Dosen juga menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bentuk amanah tridarma perguruan tinggi,” tambahnya.
Prestasi mahasiswa turut menjadi sorotan, terutama melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan di luar kampus seperti magang industri, penyelenggaraan event, serta capaian prestasi akademik dan nonakademik.
Ke depan, Poltekpar Makassar menargetkan penguatan model pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif guna meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. “Ujungnya adalah bagaimana alumni bisa mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Dr. Herry juga menyampaikan bahwa mahasiswa terus didorong untuk memiliki sertifikasi kompetensi, seiring dengan arah pengembangan program studi menuju standar internasional.
Meskipun akreditasi unggul telah diraih pada 2024, tantangan berikutnya adalah mencapai akreditasi internasional dalam rentang waktu 2025–2029.
“Ini pekerjaan berat. Saat ini kita sedang membangun dan memetakan posisi Poltekpar Makassar di tingkat dunia,” ujarnya.
Dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Ranking (UIGM) Tahun 2025, Poltekpar Makassar tercatat berada pada peringkat ke-770 dunia. Di tingkat regional, institusi ini menempati posisi ketiga di Sulawesi Selatan dan peringkat keempat pada klaster politeknik.
Sementara itu, secara nasional Poltekpar Makassar berada di peringkat ke-82, tingkat Asia di posisi ke-453, dan dunia di peringkat ke-770.
“Kita menunggu pengumuman berikutnya tahun depan. Tapi saat ini kami terus memperbaiki kurikulum agar terakreditasi internasional. Bukan hanya lulus, tapi setelah lulus mahasiswa bisa benar-benar bekerja,” pungkas Dr. Herry.
Comment