Makassar, Respublica— Di tengah ancaman agresi dari Donald Trump yang disebut telah menggerakkan armada perang berkekuatan penuh menuju Iran, muncul pertanyaan: apa yang dilakukan para tentara Iran?
Alih-alih hanya bersiaga menghadapi potensi serangan, sejumlah personel militer Iran tetap menjalankan kegiatan sosial di bulan Ramadan. Mereka dilaporkan membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menariknya, bantuan tersebut berasal dari pemotongan gaji pribadi para tentara. Informasi itu diungkapkan oleh Ketua umum KKS Iran 2023-2026, Ismail Amin, melalui unggahan Facebooknya.
Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai aktivitas tersebut, ia menyebut, kegiatan berbagi tersebut sudah menjadi rutinitas dan tidak terhenti meski situasi politik dan keamanan tengah memanas.
Pegiat media sosial yang kini menetap di Iran itu mengatakan bahwa rutinitas berbagi ini tidak berhenti hanya karena ketegangan saat ini meningkat.
“Ancaman perang tidak menghalangi semua elemen Iran menjalankan Ramadan sebagaimana sebelumnya tidak ada yang berubah bahkan solidaritas makin menguat,” ujar Ismail Amin.
Terkait perkembangan agresi Amerika Serikat terhadap Iran, Ismail Amin menilai, meski ada keinginan, kemampuan dan berbagai faktor pertimbangan dinilai belum sepenuhnya mendukung terjadinya serangan terbuka.
Ia juga menyebut Iran tetap menyikapi ancaman itu dengan serius. Hal tersebut, katanya, terlihat dari adanya latihan militer di Selat Hormuz serta peningkatan kerja sama dengan Rusia dan China.
“Nah, itu semua ditempuh Iran juga supaya benar-benar tampak bahwa Iran menyikapi ancamannya Trump itu ya dengan serius, walaupun Iran sampai sekarang masih percaya itu cuma sekedar ancaman saja,” ujarnya.
Comment