Prof JJ Lanjutkan Kepemimpinan, Asratillah: Unhas di Jalur Transformasi Besar

Makassar, Respublica— Pelantikan kembali Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk periode kedua 2026–2030 mendapat respons positif dari kalangan akademisi dan pengamat.

Salah satunya datang dari Asratillah, Direktur Profetik Institute yang menilai visi kepemimpinan Prof JJ memiliki fondasi akademik yang kuat sekaligus arah strategis yang jelas untuk membawa Unhas ke level global.

ads

Dalam keterangannya, Asratillah menyebut bahwa pidato pelantikan Prof JJ bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah pernyataan visi yang terstruktur dan berbasis capaian empiris. Ia melihat adanya kesinambungan antara prestasi yang telah diraih Unhas dalam empat tahun terakhir dengan agenda transformasi yang ditawarkan ke depan.

“Secara akademik, pidato Prof JJ memperlihatkan kematangan visi. Ia tidak hanya berbicara tentang cita-cita, tetapi juga menghadirkan data, capaian, dan peta jalan yang konkret. Ini penting dalam tradisi kepemimpinan perguruan tinggi modern,” ujarnya.

Menurut Asratillah, salah satu kekuatan utama dari visi tersebut adalah kemampuannya mengintegrasikan berbagai dimensi sekaligus, mulai dari penguatan riset, internasionalisasi, hingga kemandirian finansial kampus.

Ia menilai langkah seperti pengembangan Science Techno Park, penguatan riset kolaboratif global, serta hilirisasi inovasi merupakan indikator bahwa Unhas sedang bergerak menuju model universitas berbasis dampak.

Lebih jauh, ia juga menyoroti pendekatan nilai yang diangkat dalam pidato tersebut, khususnya integrasi antara nilai-nilai lokal Bugis-Makassar dengan prinsip tata kelola modern. Baginya, hal ini menunjukkan bahwa transformasi Unhas tidak tercerabut dari akar kulturalnya.

“Nilai seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge menjadi penting sebagai fondasi etika dalam tata kelola kampus. Ini bukan hanya soal efisiensi institusi, tetapi juga tentang bagaimana universitas membangun peradaban yang berkeadaban,” jelasnya.

Asratillah juga memberikan perhatian pada target ambisius Unhas untuk menembus jajaran Top 500 dunia. Ia menilai target tersebut realistis selama didukung oleh konsistensi kebijakan dan penguatan ekosistem akademik secara menyeluruh.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Disrupsi teknologi, tuntutan relevansi lulusan, serta kompetisi global antar perguruan tinggi menuntut kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif.

“Karena itu, kepemimpinan Prof JJ di periode kedua ini akan sangat menentukan. Bukan hanya menjaga capaian, tetapi juga memastikan akselerasi yang berkelanjutan,” katanya.

Sebagai penutup, Asratillah menyampaikan harapannya agar di bawah kepemimpinan Prof JJ, Unhas tidak hanya menjadi universitas unggul secara akademik, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

“Kita menaruh harapan besar agar Unhas semakin maju, semakin terdepan, dan mampu menjadi representasi kebangkitan ilmu pengetahuan dari Timur Indonesia di panggung global,” tutupnya.

Comment