Makassar, Respublica— Piala Dunia 2026 baru saja bergulir, tetapi sejumlah pemain sudah berhasil mencuri perhatian berkat penampilan impresif mereka di laga pembuka.
Ada yang menjadi penentu kemenangan, tampil heroik menjaga gawang, hingga memecahkan rekor bersejarah. Berikut lima pemain yang paling menonjol pada pekan pertama turnamen.

Hwang In-beom antar Korea Selatan bangkit
Gelandang Korea Selatan, Hwang In-beom, menjadi salah satu bintang terbesar pada hari pertama Piala Dunia 2026. Pemain Feyenoord itu tampil gemilang saat Taeguk Warriors menghadapi Republik Ceko pada laga pembuka Grup A di Estadio Guadalajara, Meksiko.
Saat Korea Selatan tertinggal lebih dahulu, Hwang tampil sebagai motor kebangkitan timnya. Ia menyumbang satu gol dan satu assist yang membawa Korea Selatan membalikkan keadaan dan menang 2-1.
Kontribusi tersebut membuat Hwang dinobatkan sebagai Man of the Match. Penampilannya sekaligus menegaskan peran pentingnya sebagai pemimpin lini tengah Korea Selatan dalam upaya melangkah jauh di turnamen ini.
Ayyoub Bouaddi, wonderkid Maroko yang bikin Brasil kesulitan
Tak semua pemain yang bersinar harus mencetak gol atau assist. Hal itu dibuktikan oleh gelandang muda Maroko, Ayyoub Bouaddi, saat menghadapi Brasil pada laga yang berakhir imbang 1-1.
Meski baru berusia 18 tahun, Bouaddi tampil sangat matang di lini tengah. Rekan setim pemain Timnas Indonesia Calvin Verdonk di Lille itu mencatat akurasi umpan mencapai 91 persen, membukukan empat tekel sukses, enam kali pemulihan bola, dan tidak sekali pun dilewati lawan dalam situasi dribel sepanjang pertandingan.
Statistik tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran Bouaddi dalam menjaga keseimbangan permainan Maroko ketika menghadapi salah satu tim favorit juara. Penampilan luar biasanya membuat namanya semakin diperbincangkan di Eropa.
Sejumlah klub elite seperti Liverpool, Arsenal, Paris Saint-Germain, Barcelona, dan Real Madrid disebut-sebut tengah memantau perkembangan pemain muda tersebut.
Vozinha, tembok Tanjung Verde yang bikin Spanyol frustasi
Salah satu cerita paling menyentuh di Piala Dunia 2026 datang dari kiper Tanjung Verde, Vozinha. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu menjadi tembok kokoh yang menggagalkan ambisi Spanyol meraih kemenangan pada laga Grup H.
Berkat sederet penyelamatan krusial, Tanjung Verde berhasil menahan imbang juara Eropa tersebut dengan skor 0-0. Vozinha mencatat tujuh penyelamatan sepanjang pertandingan, termasuk dua aksi heroik pada menit ke-39 saat menggagalkan dua peluang emas Spanyol secara beruntun.
Bahkan masuknya bintang muda Lamine Yamal pada babak kedua tidak mampu mengubah keadaan. Penampilan gemilang tersebut membuat Vozinha dinobatkan sebagai Player of the Match.
Seusai laga, air mata haru terlihat mengalir di wajahnya setelah berhasil membawa Tanjung Verde meraih satu poin bersejarah pada debut mereka di Piala Dunia.
Euforia juga terasa di tribun stadion. Ribuan pendukung Tanjung Verde merayakan hasil tersebut layaknya sebuah kemenangan. Kisah heroik Vozinha bahkan menjadi perbincangan dunia dan membuat popularitasnya melejit di media sosial.
Keito Nakamura bersinar dan viral
Jepang juga memiliki sosok yang mencuri perhatian melalui Keito Nakamura. Pemain yang Bermain untuk klub Ligue 1 Prancis, Stade de Reims itu menjadi aktor penting saat Samurai Biru menahan imbang Belanda 2-2 pada laga pembuka Grup F.
Bermain sebagai gelandang kiri, Nakamura mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-57 untuk menghidupkan kembali peluang Jepang. Ia bermain penuh selama 90 menit dan menjadi salah satu pemain terbaik di lapangan.
Namun sorotan terhadap Nakamura tidak hanya datang dari performanya. Ia juga viral di media sosial karena mengenakan kaus kaki yang digulung sangat pendek sehingga memperlihatkan tulang keringnya.
Gaya unik tersebut memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola mengenai penggunaan pelindung tulang kering atau shin guard dalam pertandingan profesional.
Messi pecahkan rekor di Piala Dunia
Jika berbicara tentang sorotan terbesar, nama Lionel Messi tentu tidak bisa diabaikan. Kapten Argentina tampil di Piala Dunia 2026 dengan cara spektakuler. Messi mencetak hat-trick saat membawa juara bertahan Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka Grup J.
Penampilan tersebut menjadi semakin istimewa karena berlangsung dalam pertandingan internasional ke-200 sepanjang kariernya. Tiga gol yang dicetak ke gawang Aljazair juga membuat Messi mencatatkan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Pada usia 38 tahun, Messi masih menunjukkan kualitas luar biasa dan kembali membuktikan bahwa dirinya tetap menjadi salah satu pemain paling menentukan di panggung sepak bola dunia.
Comment