Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas, Luwu Timur Siapkan 238 Sertifikasi Gratis

Luwu Timur, Respublica— Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Pada 2026, sebanyak 238 warga akan mendapatkan fasilitasi sertifikasi profesi dan kompetensi secara gratis sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

ads

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas peluang kerja masyarakat, khususnya di sektor industri dan pertambangan yang berkembang pesat di wilayah Luwu Timur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Luwu Timur, Joni Patabbi, mengatakan kebutuhan dunia kerja saat ini tidak hanya menitikberatkan pada latar belakang pendidikan, tetapi juga kemampuan yang telah teruji dan diakui secara profesional.

​”Pemerintah daerah ingin memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha,” ujarnya.

Program sertifikasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri yang semakin menuntut tenaga kerja terampil serta memiliki sertifikasi kompetensi sesuai bidangnya.

“Melalui program sertifikasi ini, kami berharap peluang kerja yang tersedia dapat lebih banyak diisi oleh putra-putri daerah yang telah memiliki keterampilan dan pengakuan kompetensi,” tambah Joni.

Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja ini sebelumnya telah dijalankan sepanjang 2025 melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi. Sebanyak 200 peserta memperoleh Surat Izin Operator (SIO) untuk alat berat jenis excavator dan dump truck. Selain itu, 23 peserta berhasil mendapatkan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum.

Pemerintah daerah juga menyelenggarakan pelatihan dasar operator alat berat yang diikuti 40 peserta. Sementara itu, 30 peserta lainnya mengikuti pendidikan vokasi hasil kerja sama dengan ATS Sorowako pada bidang pengelasan dan otomotif.

Berbagai program tersebut disusun untuk menghasilkan tenaga kerja yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang siap diterapkan di lingkungan kerja.

Pada 2026, fokus pengembangan kompetensi tenaga kerja tetap diarahkan pada sektor industri dan pertambangan yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Sertifikasi yang diberikan nantinya mengacu pada standar nasional sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing peserta saat memasuki pasar kerja.

Melalui program ini, pemerintah berharap kebutuhan tenaga kerja perusahaan yang beroperasi di Luwu Timur dapat lebih banyak dipenuhi oleh masyarakat lokal yang telah memiliki kompetensi sesuai standar industri.

Sebagai daerah yang menjadi pusat aktivitas industri dan pertambangan di Sulawesi Selatan, Luwu Timur memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar.

Karena itu, peningkatan keterampilan masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas.

“Pemkab Luwu Timur optimistis program sertifikasi gratis ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu menekan angka pengangguran melalui peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga kerja daerah,” tutup Joni.

Comment