Medan, Respublica— Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan kota yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi.
Upaya tersebut dipaparkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, dalam Forum Lingkungan Hidup Kota Seluruh Indonesia.

Helmy hadir sebagai perwakilan Pemkot Makassar sekaligus menjadi narasumber dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI yang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, 29 Juni–4 Juli 2026.
Forum tersebut mengangkat tema “Dari Komitmen ke Aksi: Tangguh untuk Mempercepat Penurunan Emisi Demi Bumi Lestari”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pemerintah kota dari berbagai daerah untuk bertukar pengalaman, membahas inovasi, serta memperkuat kerja sama dalam menghadapi persoalan perubahan iklim.
Dalam forum itu, Helmy menyampaikan materi bertajuk “Transformasi Makassar Menuju Kota Rendah Emisi”.
Ia memaparkan sejumlah kebijakan dan program lingkungan yang dikembangkan Pemkot Makassar sebagai bagian dari upaya menekan emisi. Program tersebut meliputi penurunan emisi gas rumah kaca, pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan gedung hijau, pemanfaatan energi surya di sekolah, hingga penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik.
Helmy mengatakan, langkah tersebut menjadi penting mengingat Makassar merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa dan luas wilayah mencapai 175,77 kilometer persegi.
“Komitmen Pemerintah Makassar melalui berbagai program, di antaranya penurunan emisi gas rumah kaca, pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan gedung hijau, pemanfaatan energi surya di sekolah, hingga penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik,” jelasnya.
Menurut Helmy, agenda lingkungan tersebut tidak berdiri sendiri. Berbagai program itu diarahkan untuk mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029, sekaligus memperkuat posisi Makassar dalam pengembangan konsep Kota Rendah Emisi dan Kota Tangguh Asia.
Ia menilai keberhasilan kebijakan lingkungan juga sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, perubahan pola pikir dan perilaku warga menjadi salah satu fokus yang terus didorong pemerintah.
“Karena itu, kami terus mendorong pengelolaan lingkungan yang dimulai dari perubahan perilaku masyarakat agar mampu mewujudkan Makassar yang lebih bersih,” pungkasnya.
Comment