Makassar, Respublica— Musyawarah Kota (Muskot) Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Makassar yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus KBI Kota Makassar periode 2026–2030 digelar di Hotel Almadera, Makassar, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar Ismail, serta Carateker dan Pejabat Sementara KBI Makassar, Abd Chalik Suang.

Dalam Muskot tersebut, Ari Ashari Ilham yang diketahui menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar terpilih sebagai Ketua Umum KBI Kota Makassar periode 2026–2030.
Muskot dibuka oleh Ketua Umum KONI Kota Makassar, Ismail. Dalam sambutannya, ia meminta proses musyawarah dan pembentukan kepengurusan cabang olahraga dipercepat, mengingat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) semakin dekat.
“Percepat musyawarahnya, percepat pengurusan/kepengurusannya. Begitu ada SK keluar, kita langsung berikan, proposalnya yang masuk. Karena kalau berhitung-hitung, tinggal sebulan untuk Porprov,” katanya.
Menurut Ismail, KONI Kota Makassar juga akan terus melakukan pembenahan dalam tata kelola organisasi, termasuk mekanisme administrasi dan penggunaan anggaran. Ia mengatakan setiap pengajuan dari cabang olahraga harus mengikuti alur administrasi yang telah ditetapkan.
Ia mencontohkan mekanisme pencairan anggaran yang kini harus melalui prosedur administrasi. Ismail mengatakan dirinya telah meminta agar proses administrasi tidak berlarut-larut sehingga tidak menghambat kebutuhan cabang olahraga dan atlet.
“Saya sudah kasih ultimatum di KONI, satu kali 24 jam di atas mejanya ini yang tanda tangan, kalau tidak tanda tangan, saya ganti. Harus percepat demi untuk cabor-cabor dan atletnya,” ujar Ismail.

Ismail juga menekankan pentingnya transparansi dan kehati-hatian dalam penggunaan anggaran. Ia menyebut KONI Kota Makassar telah menjalin komunikasi dengan sejumlah aparat penegak hukum (APH) untuk memastikan pengelolaan anggaran olahraga berjalan sesuai ketentuan.
“Gunakanlah anggaran-anggaran ini sesuai dengan fungsinya masing-masing,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ismail menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap persiapan kontingen Makassar menghadapi Porprov. Ia mengatakan Pemkot Makassar telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung persiapan atlet.
Menurut Ismail, KONI Kota Makassar menargetkan perolehan 200 medali emas pada Porprov yang akan digelar di Bone dan Wajo. Ia menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam persiapan para atlet.
“Kami target 200 emas di Bone dengan Wajo. Dengan anggaran cukup yang diberikan Pemerintah Kota hari ini, kami dikasih anggaran itu 25 miliar, Pak. 24 ya? 24 miliar, Pak, kami dikasih,” katanya.
Ari Ashari Ilham Fokus Pembinaan Atlet dan Penguatan Organisasi
Usai terpilih, Ari Ashari Ilham menyampaikan sejumlah agenda yang akan menjadi fokus kepengurusan KBI Kota Makassar periode 2026–2030.
“Kickboxing bukan hanya tentang kekuatan fisik dan kemampuan bertarung. Lebih dari itu, kickboxing mengajarkan kedisiplinan, sportivitas, keberanian, rasa hormat, dan serta pengendalian diri,” kata Ari.

Ari menyebut terdapat tiga hal yang menjadi perhatian utama KBI Makassar ke depan, yakni pembinaan atlet sejak usia dini, peningkatan prestasi olahraga, serta penguatan organisasi dan sinergi.
Untuk pembinaan atlet usia dini, Ari berencana memperluas pengenalan olahraga kickboxing ke sekolah-sekolah di Kota Makassar. Ia mengatakan langkah tersebut sekaligus dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan bullying melalui pembekalan bela diri kepada anak-anak.
“Karena kita melihat bahwa kita juga akan melakukan pencegahan dini terkait bullying di Kota Makassar, sehingga kita mau anak-anak kita dipersiapkan ilmu bela dirinya sejak dini,” katanya.
Sementara untuk peningkatan prestasi, Ari menargetkan KBI Makassar mampu mempersiapkan atlet-atlet terbaik agar dapat bersaing pada berbagai kejuaraan, mulai tingkat provinsi hingga internasional.
“Oleh karenanya, saya selalu berpesan kepada teman-teman pengurus KBI Kota Makassar, kita tidak cari uang di sini. Kita justru mencari bagaimana caranya atlet kita ini bisa ditingkatkan perhatiannya,” tegasnya.
Ia pun memastikan kepengurusan baru akan melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik sekaligus melakukan pembenahan terhadap berbagai kekurangan.
“Kami tidak akan bikin malu, kami akan mengharumkan nama baik KBI di Kota Makassar. Tentunya apa yang sudah baik kami akan melanjutkan, tetapi apa yang menjadi kekurangan-kekurangan tentunya akan kami tambal dan kami akan maksimalkan, insya Allah,” kata Ari.
Fokus ketiga adalah penguatan organisasi dan sinergi. Ari menilai kemajuan KBI membutuhkan kerja sama antara pengurus, pelatih, atlet, KONI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga kickboxing.

Ia juga menyambut komitmen KONI Kota Makassar untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan memastikan kebutuhan cabang olahraga dapat disampaikan melalui perencanaan yang matang.
“Jadi saya sampaikan bahwa teman-teman di KBI Makassar tentunya tidak akan bermain-main dengan anggaran yang diberikan oleh KONI, justru kami akan memikirkan bagaimana caranya untuk tambah,” katanya.
Ia berharap KBI Kota Makassar ke depan tidak hanya menjadi organisasi yang menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mampu membentuk karakter, mental, dan kedisiplinan.
Comment