Makassar, Respublica— Upaya membangun kebiasaan peduli lingkungan sejak usia sekolah terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Mariso. Salah satunya melalui edukasi pemilahan sampah yang digelar di lingkungan Perguruan Nasional Makassar, Senin (3/8/2026).
Camat Mariso Andi Syahrir Mappatoba, S.E., bersama Lurah Mario Ronny Catur Prabowo, S.STP., hadir dalam kegiatan tersebut. Edukasi ini menjadi bagian dari langkah pemerintah wilayah mendorong pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan itu, Penyuluh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Faisal Baso, memberikan materi mengenai teknis pemilahan sampah sejak dari sumber. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat pemilahan terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Andi Syahrir menilai sekolah memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan baru terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, praktik pemilahan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.
“Pendidikan karakter peduli lingkungan harus dimulai dari sekolah. Jika anak-anak kita terbiasa memilah sampah sejak dini, kebiasaan baik ini akan terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat”, ujar Andi Syahrir.
DLH Beri Pemahaman Teknis
Pada sesi berikutnya, Faisal Baso menjelaskan cara mengenali dan memisahkan berbagai jenis sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah. Materi mencakup sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).
Selain teknik pemilahan, peserta juga diajak memahami konsekuensi apabila sampah tidak dipisahkan sejak awal. Penumpukan sampah tercampur dapat memicu berbagai persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan beban pengelolaan di tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Edukasi pemilahan sampah di sekolah menjadi langkah konkrit mengurangi volume sampah ke TPA. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik yang terpisah dengan baik dapat bernilai guna kembali,” jelas Faisal Baso di hadapan para siswa dan tenaga pendidik.
Ia juga mendorong agar pemilahan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Dengan demikian, siswa dapat mempraktikkan langsung pengetahuan yang telah diperoleh.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari siswa dan tenaga pendidik Perguruan Nasional Makassar. Pelaksanaannya turut didukung staf Kelurahan Mario serta jajaran terkait sebagai bagian dari kolaborasi pemerintah wilayah dalam memperkuat budaya pengelolaan sampah sejak dari sumber.
Comment