Awasi Kinerja Pemkot, Anwar Faruq Soroti Pembinaan Keagamaan untuk Cegah Kenakalan Remaja

Makassar, Respublica— Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Angkatan IX bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Asia, Sabtu (7/11/2026).

Pengawasan kali ini menghadirkan Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Moh. Syarief, STP, M.Si, dan Drs. Ruangsah Irwan Wadji sebagai narasumber.

ads

Dalam kegiatan tersebut, Anwar menyoroti pentingnya pembinaan keagamaan dan pendidikan akhlak bagi anak-anak sebagai salah satu upaya mencegah kenakalan remaja, termasuk aksi geng motor yang kerap meresahkan masyarakat.

Menurut Anwar, tindakan kelompok geng motor yang melukai orang lain merupakan perilaku yang tidak dapat dibenarkan. Karena itu, diperlukan perhatian bersama, khususnya melalui penguatan pendidikan agama dan pembinaan karakter sejak dini.

“Geng motor melukai siapa yang lewat ini perlu diawasi. Anak kita, perbuatan mencelakai orang lain itu tidak tepat,” kata Anwar.

Ia menjelaskan, pelibatan Bagian Kesra dalam kegiatan pengawasan tersebut berkaitan dengan peran pemerintah dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Anwar menilai, pendidikan agama dan penanaman nilai-nilai akhlak memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

“Maka tepat dipanggil Kabag Kesra. Di sinilah bagiannya memberikan pendidikan, pembinaan pada masyarakat. Pada saat anak kita terdidik secara agama, akhlak akan jadi lebih baik,” ujarnya.

Selain membahas persoalan sosial, Anwar menegaskan bahwa kegiatan pengawasan merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi dan tanggung jawab anggota DPRD dalam mengontrol penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Menurutnya, pengawasan tidak hanya menyangkut kebijakan di tingkat pemerintah kota, tetapi juga memastikan pelaksanaan program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat hingga tingkat kelurahan.

Ia menyebut kelurahan sebagai salah satu ujung tombak pelayanan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan warga. Dalam menjalankan tugasnya, pemerintah kelurahan juga didukung perangkat kewilayahan seperti RT dan RW.

“Di tempat kita, pemerintah terdekat adalah kelurahan dibantu RT/RW. Kita tahu tugas RT. Di situlah fungsi anggota dewan mengontrol kinerja lurah, camat, dinas-dinas sehingga kebaikan program Pak Wali Kota bisa dirasakan, bisa dinikmati masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Kota Makassar, Moh. Syarief, memaparkan salah satu program pembinaan keagamaan pemerintah kota melalui pendidikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Ia menyampaikan, sebanyak 5.000 anak dijadwalkan mengikuti wisuda TPA tahun ini dan memperoleh ijazah yang diterbitkan oleh Pemerintah Kota Makassar.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kemampuan baca tulis Al-Qur’an bagi anak-anak sejak usia dini.

Menurut Syarief, Pemkot Makassar juga merencanakan kebijakan yang mewajibkan anak memiliki kemampuan baca tulis Al-Qur’an sebagai salah satu persyaratan memasuki jenjang sekolah dasar.

Target berikutnya adalah memastikan anak-anak di Makassar tidak lagi mengalami buta aksara Al-Qur’an, setidaknya ketika memasuki kelas III sekolah dasar.

“Kalau tercapai, kita mendeteksi anak kita di Makassar yang buta aksara Al-Qur’an itu bisa tercapai,” demikian penjelasan dalam pemaparan Bagian Kesra.

Comment