Makassar, Respublica—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menggelar Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wali Kota Makassar serta pemaparan visi-misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih periode 2025-2030.
Acara tersebut berlangsung di ruang paripurna DPRD Makassar, Senin (3/3/2025). Turut hadir, Wali Kota Makassar Periode 2014-2019 dan 2021-2024 Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, pimpinan dan anggota DPRD Makassar, serta SKPD Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) memaparkan visi-misinya usai acara sertijab di DPRD Makassar. Visinya adalah Makassar unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Visi besar tersebut ia rumuskan kedalam 7 misi dengan mengurai upaya-upaya yang harus dilakukan sebagai Agenda Prioritas Pembangunan Daerah.
“Visi ini mencerminkan tekad untuk menjadikan Makassar sebagai kota MULIA yang berkembang pesat namun tetap memperhatikan kesejahteraan warganya, keberagaman, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan yang harmoni,” ujarnya.
Munafri menambahkan, dalam melaksanakan misi tersebut, pihaknya mendesain program unggulan yang dirumuskan dalam aspek sosial dan ekonomi. “Pogram unggulan tersebut dapat menyentuh langsung kepada masyarakat yang memiliki impact sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Tujuh program unggulan tetsebut antara lain Gratis Seragam Sekolah; Gratis Iuran Sampah; Gratis Pemasangan Instalasi Air Bersih; Pembangunan Stadion bertaraf Internasional; MULIA Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial); MULIA Super Apps; MULIA Creative Hub di setiap Kecamatan.
DPRD Makassar siap kawal
Ketua DPRD Kota Makassar, Supratman berharap apa yang menjadi visi dan misi Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham bisa segera terlaksana. “Paling tidak 100 hari kerja ini ada program prioritas yang dijalankan,” ujarnya.
“Dan contoh kecilnya, satulah misalnya program bebas biaya sampah atau iuran sampah gratis. Oke, itu cukup menarik. Kemudian dekat-dekat juga ini kan pasti kita akan masuk dalam proses penamatan SMP, SD, ya kita cobalah seragam gratis,” tambah politisi NasDem itu.
Supratman juga berharap, dalam 100 hari kerja, Appi-Aliyah mampu merampungkan seluruh struktur SKPD sampai di tingkat kelurahan. Sebab dari pantauan DPRD Makassar masoh ada kelurahan yang strukturnya belum lengkap.
“Karena ada biasa, ada lurahnya, tidak ada Seklurnya. Tapi kadang juga ada, tidak lengkap di bawah. Padahal itu dana Dakel, dana kelurahan itu harus lengkap. Dan sekarang kadang ASN di kelurahan itu kurang,” ujarnya.
Comment