Sepanjang 2025, Pemkot Makassar Klaim Bangun 105 Ruas Jalan dan 116 Drainase

Makassar, Respublica— Pemerintah Kota Makassar mencatat capaian signifikan dalam pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2025.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), berbagai program infrastruktur dasar direalisasikan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor jalan dan drainase.

ads

Pada sektor jalan, Dinas PU Makassar mencatat sebanyak 105 ruas jalan berhasil diperbaiki melalui pekerjaan pengaspalan. Perbaikan ini mencakup jalan lingkungan hingga jalan penghubung antarwilayah yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan menghambat mobilitas warga.

Upaya peningkatan kualitas jalan juga diperkuat melalui pekerjaan paving block. Tercatat 135 ruas jalan direalisasikan melalui skema belanja modal, sementara 126 ruas lainnya ditangani melalui program pemeliharaan oleh satuan tugas (satgas).

Sementara itu, pada sektor drainase yang kerap menjadi sumber persoalan banjir dan genangan saat musim hujan, Dinas PU juga mencatatkan capaian penting.

Sepanjang 2025, dilakukan pembangunan drainase baru pada 32 ruas, serta rehabilitasi drainase di 84 ruas lainnya. Total 116 ruas drainase.

Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja terukur dan berkesinambungan di bawah arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham.

Fokus utama diarahkan pada pembenahan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap aktivitas dan keselamatan masyarakat.

“Sepanjang tahun 2025, kami mencatat penyelesaian pekerjaan infrastruktur di ratusan ruas, baik melalui skema belanja modal maupun pemeliharaan oleh satuan tugas,” ujar Zuhaelsi, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, filosofi pembangunan yang diusung adalah menyelesaikan persoalan secara bertahap, namun konsisten, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hasilnya, kata dia, mulai terlihat nyata.

Aksi yang dilakukan secara senyap namun berdampak ini tercermin dari penyelesaian perbaikan dan peningkatan infrastruktur di ratusan titik yang tersebar di berbagai kecamatan sepanjang 2025.

Pekerjaan tersebut dinilai krusial dalam meningkatkan daya tampung dan kelancaran aliran air, khususnya di kawasan padat penduduk dan titik rawan banjir.

Sebagai leading sektor, Dinas PU juga melakukan penanganan teknis melalui pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama.

Meski kerap luput dari perhatian, langkah ini memiliki peran strategis dalam mencegah kerusakan jalan akibat genangan serta memperpanjang usia infrastruktur jalan.

Capaian ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Makassar pada era kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin berjalan dengan pendekatan yang lebih nyata.

Program-program yang dilaksanakan tidak hanya terukur dari sisi angka dan volume pekerjaan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Jalan lingkungan yang lebih layak, akses yang lebih lancar, serta sistem drainase yang lebih baik menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan peningkatan kualitas hidup warga Kota Makassar.

Lebih lanjut, Zuhaelsi memaparkan bahwa pada sektor jalan, Dinas PU Makassar berhasil menyelesaikan 105 ruas jalan aspal melalui belanja modal, serta 67 ruas jalan aspal melalui program pemeliharaan satgas.

Selain itu, peningkatan kualitas jalan lingkungan melalui pemasangan paving block juga mencatatkan capaian 135 ruas paving melalui belanja modal dan 126 ruas paving melalui pemeliharaan satgas.

Pekerjaan tersebut menyasar jalan-jalan lingkungan permukiman hingga ruas strategis yang menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

Pada sektor drainase, pembangunan drainase baru dilakukan pada 32 ruas, serta rehabilitasi drainase di 84 ruas lainnya. “Penanganan ini kami, lakukan secara bertahap, khususnya di kawasan rawan genangan dan wilayah dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi,” jelasnya.

Selain pembangunan dan rehabilitasi drainase utama, Dinas PU juga melakukan penanganan teknis berupa pembuatan tali-tali air guna mencegah genangan air di permukaan jalan.

Pekerjaan tersebut antara lain dilakukan di Jalan Ahmad Yani depan Kantor Wali Kota Makassar, Jalan Jenderal Sudirman di depan Bank BNI dan Bank Indonesia hingga kawasan Menara Bosowa, Jalan Metro Tanjung Bunga di depan Hotel The Rinra dan sisi Anjungan Pantai Losari, Jalan Andi Djemma, Jalan Riburane di depan RRI, serta Jalan Monginsidi.

Penanganan titik-titik genangan juga dilakukan melalui pembangunan dan pembenahan saluran drainase di sejumlah lokasi krusial.

Di antaranya Jalan Andi Tonro (depan Pemakaman Andi Tonro), pembangunan saluran alam di Jalan Poros Sudiang (Asrama Haji), kawasan belakang BTN Tirasa dan Kompleks Green Residence Sudiang, serta pembuatan saluran alam di bagian hilir saluran yang mengarah ke Sungai Balang Tonjong yang selama ini menyebabkan genangan di Jalan Poros Paccerakkang.

“Di sisi lain, kami di Dinas PU juga aktif merespons laporan dan aduan masyarakat yang masuk sepanjang tahun Tercatat sebanyak 408 laporan warga yang kami terima di tahun 2025, dengan 292 laporan berhasil kami tindak lanjuti,”tuturnya”.

Dari jumlah tersebut, 137 laporan berupa pengerukan drainase, sementara 155 laporan lainnya berkaitan dengan perbaikan jalan aspal maupun paving.

“Laporan warga menjadi salah satu rujukan utama kami dalam menentukan skala prioritas penanganan, terutama untuk persoalan genangan dan kerusakan jalan lingkungan,” terang Zuhaelsi.

Dengan capaian sepanjang 2025 tersebut, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU tidak hanya mencatat angka statistik, tetapi juga membangun kepercayaan publik bahwa persoalan infrastruktur yang kompleks dapat diselesaikan secara bertahap dengan komitmen, konsistensi, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat.

Ia berharap, program-program tersebut dapat semakin memperkuat infrastruktur kota, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Kota Makassar secara berkelanjutan.

“Dengan capaian dan rencana strategis tersebut, kami Pemerintah Kota Makassar optimistis pembenahan infrastruktur dapat terus berjalan konsisten, terukur, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.

Memasuki tahun 2026, Dinas PU Kota Makassar juga telah menyiapkan sejumlah program strategis lanjutan. Di antaranya pembangunan Stadion Untia, pembangunan Makassar Government Center (MGC) tahap II, pembangunan Gedung Dinas Pendidikan Kota Makassar, pembangunan Jalan Kampung Romang Tanggaya, serta pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa dan perbaikan di dalam area TPA.

Comment