Air Terjun Mata Buntu, Oase Alam yang Tersembunyi di Balik Hutan Luwu Timur

Makassar, Respublica— Di Kabupaten Luwu Timur, tepatnya di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, terdapat tempat wisata bernama Air Terjun Mata Buntu. Ia berdiri tersembunyi di balik hutan yang masih terjaga.

Di kejauhan, samar-samar terdengar gemuruh air jatuh, seperti panggilan yang mengajak siapa pun untuk mendekat. Menghabiskan akhir pekan di tempat seperti ini memang terasa seperti jeda dari rutinitas yang padat.

ads

Bagi siapa saja yang ingin berkunjung di sini, lokasinya sekitar 40 menit perjalanan dari Malili, ibu kota kabupaten Luwu Timur. Jalan setapak yang dilalui membawa pengunjung melewati rimbunan pohon yang rapat.

Tanah yang sedikit basah sisa hujan malam membuat langkah harus lebih hati-hati. Sesekali, angin berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun tinggi yang menaungi jalur. Semakin mendekat, suara air kian jelas, menggulung di antara bebatuan.

Air Terjun Mata Buntu tidak jatuh dalam satu aliran lurus. Ia berlapis-lapis, membentuk susunan alami seperti anak tangga raksasa. Sekitar 33 tingkatan air terjun mengalir berundak, menciptakan pemandangan yang tidak hanya indah, tetapi juga ritmis.

Di sisi lain, terdapat kurang lebih 100 anak tangga buatan yang membantu pengunjung mencapai bagian atas. Di sekitar kawasan, hutan tropis tumbuh lebat dan masih terjaga. Aroma tanah basah bercampur dedaunan menjadi ciri khas yang sulit ditemukan di ruang-ruang kota.

Gemuruh air yang jatuh dari tiap undakan seolah menjadi latar alami yang menenangkan. Bukan sekadar suara, namun semacam ritme yang meredam bising pikiran.

Salah satu pengunjung asal Makassar, Irfan Nesa, mengaku datang untuk melihat langsung keindahan air terjun tersebut. Ia mengaku terkesan, terutama dengan pemandangan sepanjang jalur menuju lokasi yang dinilainya cukup memanjakan mata.

“Pemandangan cukup bagus. Pemandangannya yang bagus itu hanya dari air terjun yang bertingkat. Bahwa ketika penataan berjalan, maka air terjun itu akan nampak eksotis,” ujarnya.

Meski demikian, keindahan alam itu belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan yang optimal. Di beberapa sudut, masih terlihat sampah berserakan meski tempat sampah telah disediakan. Area sekitar air terjun juga tampak kurang terawat, sementara fasilitas seperti toilet belum dalam kondisi memadai.

“Namun masih perlu pemeliharaan dari pihak pariwisata. Karena meski tersedia tempat sampah, saat saya berkunjung masih banyak sampah berserakan di sekitar area air terjun. Area kurang bersih, toilet tidak terawat,” tambahnya.

Di hari biasa, kawasan ini tidak terlalu ramai. Beberapa warga lokal terlihat menjadikannya sebagai titik akhir aktivitas lari sore. Mereka datang, berhenti sejenak menikmati suasana, lalu kembali pulang.

Air Terjun Mata Buntu menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata alam. Namun, di balik keindahannya, masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Mulai dari kebersihan, fasilitas umum, hingga penataan kawasan.

Comment