Luwu Timur, Respublica— Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mengalami inflasi bulanan atau month to month (mtm) sebesar 1,07 persen pada Maret 2026.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2026 dibanding bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur, Abdullah, dalam keterangan resminya yang dikutip pada 7 April 2026 menyampaikan bahwa inflasi tahunan atau year on year (yoy) di Luwu Timur pada Maret 2026 mencapai 4,80 persen.
“Hal ini berarti bahwa terjadi perkembangan indeks harga konsumen bulan Maret 2026 terhadap indeks harga konsumen bulan Maret 2025 sebesar 4,80 persen,” ujarnya.
Sementara itu, inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) hingga Maret 2026 tercatat sebesar 2,06 persen. Angka tersebut menunjukkan perkembangan IHK Maret 2026 dibandingkan Desember 2025.
Abdullah menjelaskan, jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada Maret 2026 berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 1,84 persen dengan andil terhadap inflasi mencapai 0,77 persen. Selain itu, sejumlah komoditas turut memberikan andil besar terhadap inflasi bulanan di Luwu Timur.
Komoditas angkutan antarkota menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil sebesar 0,13 persen. Posisi berikutnya ditempati telur ayam ras dengan andil 0,13 persen, disusul cabai rawit sebesar 0,11 persen.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi bulanan. Semangka menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar dengan andil 0,01 persen.
Kemudian bawang merah dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen, serta pembersih lantai yang juga memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen.
Untuk inflasi tahunan, Abdullah menyebut kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kelompok pengeluaran dengan inflasi yoy tertinggi, yakni mencapai 11,13 persen dengan andil sebesar 0,58 persen.
“Sedangkan kelompok pengeluaran dengan inflasi year on year paling rendah yaitu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya dengan laju sebesar 0,75 persen dan andil 0,01 persen,” tutupnya.
Comment