Makassar, Respublica— Universitas Negeri Makassar (UNM) mencatat pertumbuhan output riset tertinggi di antara sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) di kawasan Timur Indonesia.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Konsorsium PTN Kawasan Timur Indonesia yang membahas perkembangan kinerja riset perguruan tinggi di kawasan tersebut.

Dalam forum itu, Rektor Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Pembina KPTN Kawasan Timur Indonesia, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, memaparkan perkembangan output riset berdasarkan data Elsevier.
Paparan bertajuk “The Impact 4: Eastern Indonesia is now growing faster than the West” menunjukkan adanya percepatan pertumbuhan riset di wilayah Timur Indonesia.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, rata-rata pertumbuhan output riset PTN di kawasan Timur tercatat 9,2 persen. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan PTN di kawasan Barat yang berada pada level 8,9 persen.
UNM menjadi perguruan tinggi dengan pertumbuhan output riset paling tinggi dalam kelompok PTN kawasan Timur. Pertumbuhannya mencapai sekitar 12 persen, mengungguli Universitas Mulawarman yang berada di angka 11,6 persen dan Universitas Tanjungpura sebesar 10,7 persen.
Plt. Rektor UNM, Prof. Dr. Faridah Patitingi, S.H., M.Hum., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses yang dibangun secara berkelanjutan melalui berbagai kebijakan di tingkat universitas.
Menurutnya, peningkatan output riset tidak lahir secara instan, melainkan merupakan hasil konsistensi dalam membangun lingkungan akademik yang mendukung produktivitas penelitian dan publikasi.
Kebijakan tersebut mencakup penguatan ekosistem penelitian, peningkatan mutu dan jumlah publikasi ilmiah, pengembangan kompetensi dosen serta peneliti, hingga upaya memperkuat posisi akademik UNM di tengah persaingan perguruan tinggi.
Pertumbuhan output riset yang tercatat dalam data Elsevier menjadi salah satu indikator bahwa kebijakan tersebut mulai menghasilkan kinerja yang terukur. Posisi UNM sekaligus memperlihatkan kontribusi perguruan tinggi tersebut terhadap perkembangan aktivitas riset di kawasan Timur Indonesia.
Capaian itu juga menjadi dorongan bagi UNM untuk tidak berhenti pada peningkatan kuantitas publikasi. Perguruan tinggi tersebut diarahkan untuk terus mendorong lahirnya penelitian yang memiliki kualitas, relevansi, serta dampak yang lebih luas.
Bagi PTN kawasan Timur Indonesia secara umum, hasil pemaparan tersebut menjadi dasar untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi penelitian.
Sementara bagi UNM, pertumbuhan yang dicapai menjadi modal untuk melanjutkan peningkatan kualitas publikasi, menghasilkan riset yang lebih berdampak, serta memperluas visibilitas akademik di tingkat nasional dan internasional.
Comment