Pj Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Sambut 2025 sebagai Tahun Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

Makassar, Respublica— Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengajak seluruh pihak untuk menyambut tahun 2025 sebagai momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi.

Sebab kita etelah berhasil melalui tahun 2024 sebagai tahun politik dengan baik. “Terima kasih untuk masyarakat Sulawesi Selatan, kita sudah menyelesaikan tahun politik tahun 2024 dengan sangat bagus dan penuh syukur,” ujarnya.

ads

“Kita berpindah ke tahun pertumbuhan ekonomi dan investasi di tahun 2025,” ajak Prof Zudan usai Press Conference dengan jurnalis dari berbagai media, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, (31/12/2024).

Prof. Zudan juga mengimbau seluruh masyarakat Sulsel untuk menyambut Tahun Baru 2025 dengan cara yang bermakna, seperti berdoa dan berdzikir di masjid dan mushola.

“Selamat tahun baru kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, kita akan mengadakan dzikir dan doa bersama di Masjid Kubah 99, dan kami juga akan keliling di beberapa masjid terdekat, karena ada undangan di beberapa masjid yang mengadakan doa dan dzikir bersama,” ujarnya,

Ia menekankan pentingnya menjadikan perayaan tahun baru sebagai momen introspeksi dan kebersamaan yang membawa manfaat.

“Saya mengajak masyarakat Sulawesi Selatan merayakan tahun baru dengan memasuki masjid dan musholah untuk kita semua agar masyarakat lebih sejahtera, dan dijauhkan dari musibah dan bahaya,” lanjut Prof Zudan.

Lebih lanjut, Prof. Zudan mengingatkan agar perayaan tahun baru dilakukan tanpa petasan atau kembang api. Sebagai gantinya, ia menyarankan agar uang lebih digunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

“Saya minta tidak menyalakan kembang api dan petasan, kalau ada uang lebih belanjakan ke hal-hal yang lain yang lebih bermanfaat, ” ujarnya.

Mari kita jaga suasana Sulawesi Selatan yang sudah sangat aman dan tenang ini, lebih aman dan tenang lagi. Mari kita jaga tahun baru dengan semangat baru 2025, kita memasuki tahun ekonomi, tahun investasi,” pungkas Prof. Zudan.

Comment