Makassar, Respublica— Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Rezeki Nur, S.Kep., Ns., M.Kep menggelar reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Kelurahan Mannuruki, tepatnya di Jalan Mannuruki 2 Lorong 1 No. 38, Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Rezeki Nur menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari persoalan kenakalan remaja dan geng motor hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan kuota jalur afirmasi bagi warga kurang mampu.

Dalam sambutannya, Rezeki Nur menyoroti maraknya kasus geng motor dan kenakalan remaja yang belakangan meresahkan masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus menjadi pelaku maupun korban.
“Jangan sampai anak kita menjadi pelaku ataupun korban. Kalau anak belum pulang sampai jam 9 malam, segera ditelepon dan dicari. Jangan nanti dijemput di kantor kamtibmas baru kita menyesal. Mari sama-sama kita jaga anak ta,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap anak membutuhkan kerja sama yang baik antara keluarga dan lingkungan sekitar agar anak-anak tetap mendapatkan pendampingan yang positif.
“Orang tua harus selalu membersamai anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” tambahnya.
Selain itu, Rezeki Nur juga mengingatkan masyarakat terkait pembukaan penerimaan murid baru tingkat SD dan SMP di Kota Makassar yang dalam waktu dekat akan dimulai melalui beberapa jalur, seperti domisili, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berupaya agar tidak ada anak usia sekolah yang putus pendidikan hanya karena persoalan kuota sekolah.
“Kami berharap tidak ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Memang pemerintah tidak bisa menjamin semua masuk di sekolah terdekat karena kuota terbatas, apalagi jika jumlah pendaftar sangat banyak,” katanya.
Meski demikian, ia meminta masyarakat segera melapor apabila ada anak yang tidak tertampung di sekolah tujuan agar dapat dibantu mencari sekolah alternatif yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.
Dalam kesempatan itu, Rezeki Nur juga menyampaikan bahwa anak-anak yang putus sekolah masih memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program paket kesetaraan.
“Kalau ada anak yang sudah lama tidak sekolah atau tidak tamat SD dan ingin mengikuti paket kesetaraan, silakan sampaikan ke kami. Untuk usia di bawah 21 tahun programnya gratis, tinggal didata saja,” jelasnya.
Pada sesi dialog, warga menyampaikan aspirasi terkait kuota jalur afirmasi yang dinilai masih terlalu sedikit bagi masyarakat kurang mampu.
Salah seorang warga meminta DPRD Kota Makassar mendorong penambahan kuota afirmasi agar lebih banyak anak dari keluarga miskin dapat bersekolah di dekat tempat tinggal mereka.
Menanggapi hal tersebut, Rezeki Nur menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan pembagian kuota pada sistem penerimaan siswa baru, termasuk jalur domisili, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi.
“Afirmasi memang dipersyaratkan untuk masyarakat dengan kategori desil 2 dan desil 3. Nanti saya kirimkan materi sosialisasinya karena setiap jalur memiliki tahapan dan berkas yang berbeda,” ujarnya.
Ia juga menyebut sistem SPMB tahun ini akan lebih terbuka dan transparan karena Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan aplikasi Lontara untuk memantau proses seleksi siswa secara daring.
“Tahun ini sistemnya lebih terbuka. Orang tua bisa memantau langsung jarak rumah dengan sekolah dan melihat apakah benar siswa yang lulus sesuai zonasi atau domisilinya,” katanya.
Selain persoalan pendidikan, warga juga mengeluhkan kondisi lampu jalan yang tidak berfungsi. Menurut informasi yang diterima warga, lampu tersebut menggunakan tenaga surya sehingga mengalami gangguan.
Menutup kegiatan reses, Rezeki Nur memastikan seluruh aspirasi masyarakat, termasuk usulan penambahan kuota jalur afirmasi, akan dicatat dan diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah kota.
“Usulan penambahan kuota afirmasi tetap kami catat dan akan kami dorong agar bisa menjadi perhatian pemerintah,” tutupnya.
Comment