Pemkab Lutim Target Cetak 300 Wirausaha Baru, Siapkan Bantuan Modal UMKM Rp 50 Juta

Luwu Timur, Respublica— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur (Lutim) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya memperluas lapangan pekerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Fokus kebijakan tersebut akan mulai dijalankan pada tahun anggaran 2026 melalui program pengembangan kewirausahaan dan dukungan permodalan bagi pelaku usaha.

ads

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Luwu Timur, Kamal Rasyid, menjelaskan pemerintah telah menyusun sejumlah program yang diarahkan untuk mencetak lebih banyak wirausahawan baru sekaligus memperkuat daya saing UMKM melalui skema bantuan modal yang diberikan secara terbuka dan berbasis penilaian.

“Langkah progresif ini diambil sebagai bentuk keberlanjutan dari fondasi program pembinaan kewirausahaan yang telah sukses dilaksanakan sepanjang tahun 2025 lalu,” ungkap Kamal.

Ia menilai penguatan sektor usaha produktif menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena dampaknya dapat dirasakan secara langsung melalui peningkatan aktivitas ekonomi.

Pada program pengembangan kewirausahaan tahun 2026, Pemkab Lutim menargetkan pelatihan intensif bagi 80 peserta yang akan dipilih untuk mengikuti pembinaan. Selain itu, pemerintah juga memasang target lahirnya sekitar 300 wirausahawan baru setiap tahun.

Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah menyiapkan strategi yang mencakup pemetaan pelaku UMKM berdasarkan tingkat perkembangan usahanya, mulai dari usaha rintisan, berkembang, hingga yang telah siap mandiri. Setelah itu, peserta akan mendapatkan kurikulum pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan karakteristik usaha lokal.

Tak hanya pelatihan, para pelaku usaha juga akan memperoleh pendampingan secara berkelanjutan agar mampu menghadapi tantangan pada fase awal pengembangan bisnis. Pemerintah juga akan memperkuat kemampuan manajemen usaha, mulai dari pengelolaan keuangan, operasional, hingga tata kelola organisasi.

Sebagai pelengkap, pelaku UMKM akan didorong memanfaatkan pemasaran digital agar produk yang dihasilkan memiliki akses pasar lebih luas dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah berharap tidak hanya menciptakan pelaku usaha baru, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, meningkatkan omzet usaha masyarakat, serta mendorong UMKM Luwu Timur berkembang ke level yang lebih tinggi.

Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah daerah juga menyiapkan program bantuan modal usaha sebagai salah satu stimulus bagi pelaku UMKM pada tahun 2026.

Kamal menjelaskan bantuan tersebut berbeda dengan pola bantuan sosial pada umumnya karena proses penyalurannya menggunakan mekanisme seleksi berbasis kompetisi yang mengedepankan objektivitas dan transparansi.

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan bantuan bagi 11 kelompok atau unit usaha terbaik. Masing-masing penerima berpeluang memperoleh dukungan modal usaha hingga Rp50 juta.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas produksi UMKM, mempercepat pengembangan produk maupun jasa unggulan daerah, serta mendorong produktivitas usaha agar terus tumbuh secara berkelanjutan.

“Dengan transparansi seleksi yang ketat, program ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi Kabupaten Luwu Timur yang inklusif dan berdaya saing tinggi,” tutupnya.

Comment