Makassar, Respublica— Di balik proses sederhana ketika masyarakat membeli obat di apotek, terdapat sistem pengawasan yang memastikan obat yang beredar aman, legal, dan pelayanan kefarmasian berjalan sesuai ketentuan.
Tanggung jawab tersebut berada di tangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar. Dengan ratusan apotek dan toko obat yang tersebar di berbagai wilayah, pengawasan menjadi tantangan tersendiri, terutama jika hanya mengandalkan inspeksi secara langsung.

Kondisi itu mendorong Dinkes Makassar menghadirkan inovasi SAPA DINKES (Supervisi Apotek Patuh dan Aman). Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat pengawasan sekaligus pembinaan terhadap fasilitas pelayanan kefarmasian.
Melalui SAPA DINKES, pengawasan terhadap apotek dan toko obat dapat dilakukan secara daring melalui platform Zoom. Pola ini diharapkan membuat proses monitoring lebih efektif, sekaligus memungkinkan Dinkes menjangkau lebih banyak fasilitas kefarmasian di Kota Makassar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengapresiasi kehadiran inovasi tersebut. Menurutnya, pengawasan secara daring dapat menjadi instrumen untuk memperkuat koordinasi dan pembinaan terhadap apotek serta toko obat.
“Kami sangat mengapresiasi adanya inovasi SAPA DINKES (Supervisi Apotek Patuh dan Aman). Dengan adanya inovasi ini, Pengawasan apotek dan toko obat secara daring melalui Zoom merupakan langkah yang efektif dalam memperkuat koordinasi, pembinaan, dan monitoring terhadap pelayanan kefarmasian,” ujarnya, 8 Juli 2026.
Menurut Nur Saidah, pola pengawasan secara daring juga memberikan ruang bagi petugas dan tenaga kefarmasian untuk berkomunikasi secara lebih cepat mengenai berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, informasi dapat tersampaikan secara merata, diskusi terkait kendala di lapangan dapat dilakukan dengan cepat, serta pemahaman apoteker terhadap standar pelayanan dan regulasi semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengawasan secara daring tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengawasan lapangan. Sebaliknya, SAPA DINKES diharapkan menjadi pelengkap sehingga pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
“Kami berharap pengawasan secara daring ini menjadi pelengkap pengawasan lapangan sehingga mutu pelayanan apotek, kepatuhan terhadap regulasi, dan keselamatan masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya.
Selain memperkuat koordinasi, pemanfaatan teknologi tersebut juga dinilai dapat membantu Dinkes Makassar menjangkau seluruh fasilitas kefarmasian yang menjadi sasaran pengawasan.
“Selain itu juga pengawasan melalui zoom apotek dan toko obat dapat mengcover target seluruh apotek dan toko obat di wilayah Kota Makassar,” ujarnya.
Comment