Makassar, Respublica— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar kembali menggelar Jelajah Sampah 2026 sebagai upaya mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Kali ini, kegiatan Jelajah Sampah 2026 digelar di Kecamatan Tamalate. Rangkaian kegiatan diisi dengan aksi bersih lingkungan, edukasi, hingga workshop pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak.

Dari aksi bersama tersebut, sebanyak 220,48 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah yang terkumpul terdiri dari 58,78 kilogram sampah organik, 131 kilogram sampah anorganik, dan 30,7 kilogram residu.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi bagi warga Tamalate mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Melalui talkshow edukatif, masyarakat dikenalkan dengan cara membedakan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum sampah dibuang atau diangkut.
DLH Makassar mendorong kebiasaan memilah sampah dimulai dari tingkat rumah tangga. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan potensi pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai guna.
Selain edukasi, Jelajah Sampah di Tamalate juga dirangkaikan dengan dukungan sarana pengelolaan persampahan melalui kolaborasi dengan pihak nonpemerintah.
Sebanyak satu unit dump truck diserahkan melalui dukungan CSR Center Point of Indonesia. Sementara itu, satu unit motor Viar turut diserahkan oleh BKM Maccini Sombala untuk mendukung aktivitas pengelolaan persampahan di wilayah tersebut.
Dukungan armada ini menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat pelayanan persampahan di Kota Makassar. Kehadiran sarana tambahan diharapkan dapat membantu mobilitas dan pengangkutan sampah di kawasan permukiman.
Jelajah Sampah 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan bersih-bersih, tetapi juga sebagai gerakan membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah. Masyarakat diajak terlibat langsung mulai dari memilah, mengurangi, hingga mengelola sampah yang dihasilkan setiap hari.
DLH Makassar berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan mendukung target Makassar Bebas Sampah 2029.
Dengan semangat bergerak bersama, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama yang dimulai dari kebiasaan sederhana setiap rumah.
Comment