Jelajah Sampah ke-13 Digelar di Biringkanaya, DLH Makassar Perkuat Gerakan Warga Kelola Sampah

Makassar, Respublica— Upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat kesadaran masyarakat dalam menangani persoalan sampah terus digencarkan melalui program Jelajah Sampah. Memasuki pelaksanaan ke-13, kegiatan tersebut menyambangi Kecamatan Biringkanaya dan dipusatkan di Lapangan Kompleks Sika Maseang, Kelurahan Berua, Sabtu (15/8/2026).

Program yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar tersebut merupakan bagian dari rangkaian Jelajah Sampah yang menyasar 15 kecamatan di Kota Makassar.

ads

Camat Biringkanaya Maharuddin menyambut positif pelaksanaan Jelajah Sampah di wilayahnya. Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan persoalan sampah yang ada di lingkungan mereka.

Menurutnya, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan warga, komunitas, rumah tangga, maupun unsur masyarakat lainnya.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran kita bersama. Masyarakat harus menjadi bagian dari solusi dengan membiasakan memilah sampah dan menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar Dr Helmy Budiman mengatakan Jelajah Sampah menjadi salah satu pendekatan DLH dalam membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi yang disertai aksi langsung.

Helmy menyebut kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mendorong pengurangan timbulan sampah. Warga diajak memahami kondisi persampahan di wilayahnya serta mengenali langkah sederhana yang dapat dilakukan dari lingkungan masing-masing.

“Program ini dirancang dengan pendekatan edukatif dan interaktif agar lebih mudah diterima semua kalangan, mulai dari pelajar, komunitas hingga masyarakat umum,” jelasnya.

Ia menambahkan, DLH Makassar akan terus mendorong pengelolaan sampah yang dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan.

Rangkaian Jelajah Sampah dikemas dalam dua bentuk kegiatan, yakni indoor dan outdoor. Pada sesi indoor, peserta memperoleh pengetahuan sekaligus praktik mengenai sejumlah metode pengolahan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.

Materi yang diberikan mencakup pembuatan eco-enzyme, pemanfaatan maggot untuk pengolahan sampah organik, serta pengelolaan sampah melalui biopori dan komposter.

Sementara sesi outdoor diisi dengan talk show, diskusi mengenai persoalan persampahan, dan pameran produk hasil daur ulang.

Peserta juga terlibat dalam aksi plogging dan penimbangan sampah. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terjun langsung membersihkan lingkungan sekaligus mengenali jenis sampah yang ditemukan di lapangan.

Comment